Poin Penting
- BEI menargetkan lebih dari 1.100 emiten pada 2030, naik dari 956 emiten di 2025
- BEI membidik 35 juta SID dan kapitalisasi pasar di atas 83 persen terhadap PDB pada 2030
- Sebanyak 8 perusahaan masuk antrean IPO, enam di antaranya beraset besar.
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membidik jumlah perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia menembus lebih dari 1.100 emiten pada 2030. Target tersebut meningkat signifikan dibandingkan posisi akhir 2025 yang tercatat sebanyak 956 emiten.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pencapaian target itu diharapkan didorong oleh semakin banyak perusahaan dari berbagai sektor yang melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham (IPO), termasuk perusahaan milik negara (BUMN).
“Target kami adalah lebih dari 1.100 perusahaan tercatat pada 2030. Rincian target per tahun akan kami sampaikan kemudian. Hari ini yang kami sampaikan adalah target akhirnya, yakni lebih dari 1.100 perusahaan tercatat,” ujar Jeffrey kepada media, dikutip Selasa (30/6/2026).
Baca juga: BEI Bidik Kapitalisasi Pasar Tembus Rp30.000 Triliun di 2030
Jeffrey menambahkan, pihaknya akan terus mendorong perusahaan dari seluruh sektor dan berbagai jenis usaha dapat memanfaatkan pasar modal.
“Ya, ada BUMN-nya juga. Tentu kami harapkan dari semua sektor dan semua jenis perusahaan (IPO),” tambah Jeffrey.
Di sisi lain, BEI juga membidik jumlah investor pasar modal mencapai 35 juta single investor identification (SID), hingga rasio kapitalisasi pasar terhadap produk domestik bruto (PDB) di atas 83 persen.
Baca juga: Tok! RUPST BEI Angkat Jeffrey Hendrik jadi Dirut
8 Perusahaan Antre IPO
Hingga 26 Juni 2026, BEI mencatat ada delapan perusahaan dalam antrean atau pipeline penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).
Dari jumlah tersebut, ada enam perusahaan merupakan calon emiten beraset skala besar dengan total aset di atas Rp250 miliar.
Sedangkan sisanya berasal dari kategori aset skala menengah, yakni Rp50-250 miliar dan aset skala kecil di bawah Rp50 miliar. (*)
Editor: Galih Pratama


