Poin Penting
- Kredit UMKM Mei 2026 naik tipis 0,6 persen menjadi Rp1.509,5 triliun, ditopang segmen menengah
- Total kredit perbankan tumbuh 10,8 persen menjadi Rp8.759 triliun, didorong kredit korporasi
- Kredit investasi tumbuh tertinggi 20,5 persen, disusul modal kerja 7,9 persen dan konsumsi 5,8 persen.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada Mei 2026 tumbuh tipis 0,6 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp1.509,5 triliun.
Berdasarkan Analis Perkembangan Uang Beredar yang diterbitkan BI, pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh kinerja kredit UMKM dengan skala usaha menengah.
Secara rinci, kredit UMKM pada skala mikro mengalami pertumbuhan sebesar 0,6 persen yoy menjadi Rp664,7 triliun, melambat dibanding bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 0,7 persen.
Baca juga: SMBC Indonesia Tuntaskan Pengalihan Portofolio Kredit ke BTN
Sementara itu, kredit UMKM skala kecil mengalami kontraksi 0,3 persen menjadi Rp509,9 triliun, melanjutkan kontraksi pada bulan sebelumnya atau April 2026 sebesar 0,2 persen.
Kemudian, kredit UMKM skala menengah tumbuh 1,8 persen menjadi Rp334,8 triliun, dibandingkan bulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 0,4 persen.
Kredit Perbankan Mei 2026
Adapun pertumbuhan kredit yang disalurkan oleh perbankan pada Mei 2026 meningkat. Penyaluran kredit pada Mei 2026 tercatat sebesar Rp8.759,0 triliun atau tumbuh 10,8 persen (yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada April 2026 yang sebesar 9,4 persen (yoy).
Peningkatan penyaluran kredit terutama didorong oleh penyaluran kredit kepada debitur korporasi yang tumbuh 17,2 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 14,5 persen (yoy).
Sementara itu, penyaluran kredit kepada debitur perorangan tumbuh relatif stabil sebesar 3,4 persen (yoy), sedangkan debitur lainnya terkontraksi sebesar 10,3 persen (yoy).
Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Modal Kerja (KMK) pada Mei 2026 tumbuh 7,9 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 5,8 persen (yoy).
Pertumbuhan KMK pada Mei 2026 terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan penyaluran kredit pada sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor industri pengolahan dan sejenisnya.
Baca juga: Hakim Putus Bebas Empat Pegawai Bank Bengkulu, Kredit Macet Rp5 Miliar Dinilai Bukan Pidana
Pertumbuhan Kredit Investasi (KI) pada Mei 2026 meningkat menjadi sebesar 20,5 persen (yoy), dari bulan sebelumnya yang tumbuh 18,4 persen (yoy).
Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan pada sektor keuangan, real estat, dan jasa perusahaan serta sektor pengangkutan dan komunikasi.
Selanjutnya, Kredit Konsumsi (KK) pada Mei 2026 tumbuh sebesar 5,8 persen (yoy), melanjutkan pertumbuhan pada April 2026 sebesar 6,0 persen (yoy).
Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh perkembangan kredit kepemilikan rumah, kredit kendaraan bermotor, kredit multiguna yang tumbuh masing-masing sebesar 4,6 persen (yoy), -9,4 persen (yoy), dan 8,2 persen (yoy). (*)
Editor: Galih Pratama


