Poin Penting
- SMBC Indonesia resmi menyelesaikan pengalihan portofolio pinjaman kepada BTN pada 29 Juni 2026 setelah seluruh persyaratan transaksi terpenuhi
- Pengalihan kredit SMBC Indonesia ke BTN efektif berlaku usai penandatanganan akta cessie dan pembayaran harga pembelian portofolio
- Rampungnya transaksi pengalihan portofolio pinjaman menandai tuntasnya akuisisi kredit SMBC Indonesia oleh BTN sesuai keterbukaan informasi.
Jakarta – PT Bank SMBC Indonesia Tbk resmi menyelesaikan pengalihan portofolio pinjaman kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) pada 29 Juni 2026.
Penyelesaian transaksi ini menandai tuntasnya proses yang sebelumnya telah diumumkan kepada publik melalui keterbukaan informasi pada 25 Mei 2026.
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip 30 Juni 2026, SMBC Indonesia menjelaskan bahwa seluruh persyaratan pendahuluan (conditions precedent) dalam Conditional Portfolio Transfer Agreement (CPTA) telah dipenuhi oleh kedua belah pihak.
Baca juga: Bos BTN Buka-bukaan Soal Peluang Buyback Saham
Dengan terpenuhinya seluruh persyaratan tersebut, SMBC Indonesia dan BTN menandatangani akta pengalihan piutang (cessie) di hadapan notaris sebagai langkah final dalam proses pengalihan portofolio pinjaman.
Seiring dengan penandatanganan akta tersebut, BTN juga telah menyelesaikan kewajibannya dengan membayarkan harga pembelian portofolio pinjaman kepada SMBC Indonesia.
Dengan demikian, transaksi pengalihan portofolio kredit resmi berlaku efektif per 29 Juni 2026.
Sebelumnya, BTN mengakuisisi portofolio kredit pensiunan dari SMBC dengan nilai transaksi mencapai Rp19,92 triliun.
Akuisisi tersebut dilakukan melalui penandatanganan Conditional Portfolio Transfer Agreement (CPTA) pada 22 Mei 2026.
Selain CPTA, BTN dan SMBCI juga menandatangani Conditional Loan Asset Transfer Agreement (CLATA) terkait pengalihan aset pinjaman.
Secara total, nilai transaksi pengalihan portofolio kredit dan aset pinjaman tersebut mencapai sekitar Rp19,92 triliun.
Baca juga: Akuisisi Kredit Jumbo SMBC Indonesia Dinilai Jadi Katalis Positif bagi BTN
Corporate Secretary BTN, Ramon Armando, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik.
“Transaksi ini merupakan bagian dari transformasi BTN menjadi bank beyond mortgage, di mana perseroan tidak hanya fokus pada pembiayaan perumahan, tetapi juga memperluas ekosistem layanan keuangan melalui penguatan segmen payroll loan, pensiunan, dan transactional banking,” ujar Ramon beberapa waktu lalu. (*)


