Poin Penting
- BEI mencatat investor pasar modal per April 2026 mencapai 26,48 juta SID, naik 30,17 persen dari akhir 2025
- SIW 2026 digelar BEI bersama industri aviasi untuk memperluas literasi dan inklusi investasi
- Program “Awak Pesawat Investor Saham” mendorong pekerja aviasi berinvestasi secara legal dan terencana.
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat hingga 30 April 2026 jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 26.486.735 Single Investor Identification (SID), atau naik 30,17 persen dibandingkan posisi akhir 2025.
Sejalan dengan itu, jumlah investor saham juga meningkat menjadi 9.562.675 SID, tumbuh 11,14 persen dibandingkan akhir tahun sebelumnya.
Untuk terus mendorong pertumbuhan investor, BEI kembali menggelar Sharia Investment Week (SIW) 2026 yang kali ini berkolaborasi dengan perusahaan sektor aviasi guna meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman investasi pasar modal, khususnya bagi pekerja industri penerbangan di Indonesia.
Baca juga: BEI Catat Jumlah Saham Syariah Melonjak 184 Persen, Kapitalisasi Tembus USD399 Miliar
“BEI berharap peningkatan jumlah investor pasar modal juga diikuti oleh semakin luasnya partisipasi dari berbagai profesi,” ucap Jeffrey Hendrik, Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI di Jakarta, 21 Mei 2026.
Kegiatan SIW 2026 menggandeng PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) beserta anak usahanya PT Citilink Indonesia (Garuda Indonesia Group), PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP), serta PT Jaya Trishindo Tbk (HELI).
Pada tahun ini, SIW 2026 mengangkat program Awak Pesawat Investor Saham yang bertujuan mendorong pekerja industri aviasi memiliki perencanaan keuangan yang lebih baik, mempersiapkan masa depan dan pensiun, serta terhindar dari investasi ilegal.
“Kami berharap para pekerja di industri aviasi semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan dan investasi yang legal, terukur, dan sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing,” imbuhnya.
Sejalan dengan pertumbuhan jumlah investor pasar modal, BEI terus memperluas edukasi dan inklusi investasi ke berbagai profesi, termasuk sektor aviasi.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan cendera mata kepada pimpinan perusahaan aviasi serta dukungan simbolis pembukaan rekening investasi.
Baca juga: IHSG Ambles ke Level 6.000-an, Begini Respons Bos BEI
Ke depan, kegiatan edukasi keuangan dan pasar modal ini akan terus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan serta kebijakan internal yang berlaku.
Melalui kolaborasi berkelanjutan antara BEI, perusahaan, institusi, asosiasi, dan komunitas, diharapkan upaya peningkatan literasi dan inklusi pasar modal dapat menjangkau lebih banyak sektor industri serta memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia. (*)
Editor: Galih Pratama


