Poin Penting
- BRI Finance memperkuat bisnis komersial melalui joint financing dengan BRI menggunakan skema Customer Asset Purchase (CAP)
- Sinergi dengan BRI dinilai dapat menekan cost of fund BRIF melalui akses pendanaan yang lebih kompetitif, sekaligus memperluas pembiayaan ke nasabah dalam ekosistem BRI
- Kolaborasi ini menjadi strategi BRI Group mencari sumber pertumbuhan baru di segmen komersial, dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan di tengah tantangan industri multifinance.
Jakarta – Industri multifinance masih menghadapi tantangan dalam mendorong pertumbuhan pembiayaan. Di tengah kondisi tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance/BRIF) memilih memperkuat bisnis komersial dengan mengoptimalkan sinergi pendanaan bersama induknya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Strategi tersebut diwujudkan melalui kerja sama joint financing dengan BRI menggunakan skema Customer Asset Purchase (CAP).
Skema ini diarahkan untuk pembiayaan alat berat dan kendaraan bermotor bagi nasabah badan usaha. Bagi BRIF, langkah tersebut bukan sekadar memperluas sumber pendanaan, tetapi juga menjadi upaya menjaga daya saing biaya dana ketika perusahaan ingin memperbesar penyaluran di segmen komersial.
Direktur Operasional BRI Finance, Wahyudi Darmawan mengatakan, sinergi dengan BRI memberikan ruang bagi BRIF untuk mendapatkan akses pendanaan dengan biaya yang lebih kompetitif.
“Melalui Joint Financing, kami dapat memperluas akses pendanaan murah dari bank, sehingga bisa menekan beban bunga,” ujar Wahyudi dikutip Sabtu (5/9).
Baca juga: BRI Finance Siapkan Rp700 Miliar untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo
Biaya dana menjadi salah satu faktor penting dalam bisnis multifinance karena berpengaruh terhadap harga pembiayaan yang ditawarkan kepada nasabah sekaligus kemampuan perusahaan menjaga margin.
Dengan dukungan pendanaan dari bank, BRIF memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan pembiayaan tanpa semata-mata mengandalkan sumber pendanaan sendiri.
Selain persoalan cost of fund, BRIF juga membidik peluang dari basis nasabah yang berada dalam ekosistem BRI. Melalui skema tersebut, perusahaan dapat menggarap nasabah captive BRI maupun nasabah BRIF untuk kebutuhan pembiayaan aset produktif.
Fokus pada alat berat dan kendaraan bermotor juga membuat strategi ini lebih dekat dengan kebutuhan ekspansi bisnis nasabah badan usaha.
Sehingga, sinergi bank dan multifinance diarahkan bukan hanya untuk meningkatkan volume pembiayaan, tetapi juga memperluas penetrasi di segmen komersial yang memiliki kebutuhan pembiayaan aset cukup besar. Tantangannya adalah memastikan pertumbuhan tersebut tetap diikuti kualitas pembiayaan yang terjaga.
Dari sisi BRI, pengembangan bisnis komersial juga menjadi bagian dari upaya mencari sumber pertumbuhan baru. Commercial Business Group Head BRI Gunadi Wono mengatakan, kolaborasi dengan BRIF merupakan bagian dari strategi BRI Group dalam memperkuat ekosistem bisnis.
“Sinergi melalui Joint Financing ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi BRI Group untuk memperkuat ekosistem bisnis,” kata Gunadi.
Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan solusi pembiayaan yang lebih kompetitif bagi nasabah sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis.
Baca juga: BRI Salurkan Kredit Rp1.235,4 Triliun ke UMKM hingga Semester I 2026
Artinya, sinergi tersebut ditempatkan sebagai bagian dari strategi yang lebih besar untuk mengembangkan commercial business sebagai sumber pertumbuhan baru.
Bagi BRIF, langkah ini sekaligus memperlihatkan pentingnya efisiensi pendanaan dalam strategi ekspansi multifinance.
Ketika pertumbuhan pembiayaan tidak hanya ditentukan oleh permintaan, kemampuan memperoleh sumber dana yang kompetitif menjadi faktor penting untuk menjaga ruang ekspansi. (*) Alfi Salima Puteri


