Poin Penting
- BEI mengusulkan insentif kepada Kementerian Keuangan untuk menarik lebih banyak perusahaan melakukan IPO
- Jeffrey Hendrik menilai insentif harus diiringi peningkatan transparansi, tata kelola, dan partisipasi publik di pasar modal
- BEI menargetkan lebih dari 1.100 emiten pada 2030, sementara dana IPO 2025 mencapai Rp18,1 triliun atau naik 26 persen.
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mendorong peningkatan jumlah perusahaan yang melantai di pasar modal melalui skema penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pihaknya telah mengusulkan pemberian insentif bagi perusahaan tercatat kepada Kementerian Keuangan guna menarik lebih banyak perusahaan masuk ke bursa.
“Ya, tentu akan sangat baik ya kalau ada insentif yang diberikan kepada industri. Ya baik kepada perusahaan tercatat maupun kepada investor. Ya tentu karena kewenangan untuk memberikan insentif itu ada di Kementerian Keuangan ya. Kami serahkan bentuk dan waktunya kepada Kementerian Keuangan,” ujar Jeffrey kepada media di Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.
Baca juga: Komut RANS Bantah Isu Pencucian Uang Lewat IPO
Insentif Harus Sejalan dengan Transparansi
Menurut Jeffrey, pemberian insentif kepada emiten perlu diiringi dengan peningkatan transparansi, tata kelola, serta partisipasi publik di pasar modal.
“Nah tentu tugas kami yang tadi disampaikan adalah untuk memastikan transparansi itu lebih baik. Kemudian tata kelola dan kredibilitas pasar itu lebih baik. Nah nanti tentunya bila dirasa sudah waktunya untuk diberikan insentif tentu itu akan diberikan,” imbuhnya.
Ia menilai, apabila kualitas transparansi dan partisipasi investor terus meningkat, pemerintah dapat mempertimbangkan pemberian insentif bagi perusahaan tercatat yang memiliki porsi saham free float di bawah 40 persen.
“Nah tentu bisa menjadi bahan diskusi apakah perusahaan tercatat yang free float-nya tidak sampai 40 persen pun dapat diberikan insentif. Tentu dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu,” ujar Jeffrey.
Baca juga: Bank Jakarta Makin Dekat IPO? Ini Penjelasan Terbaru dari BEI
Target Lebih dari 1.100 Emiten
BEI sendiri menargetkan jumlah perusahaan tercatat mencapai lebih dari 1.100 emiten pada 2030. Hingga akhir 2025, jumlah emiten di pasar modal Indonesia tercatat sebanyak 956 perusahaan.
Sepanjang 2025, BEI berhasil mencatatkan 26 perusahaan baru dengan total kapitalisasi pasar sebesar Rp155,2 triliun.
Dana yang berhasil dihimpun melalui IPO mencapai sekitar Rp18,1 triliun, meningkat 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut menunjukkan pasar modal domestik masih memiliki daya tarik bagi perusahaan yang ingin memperoleh pendanaan jangka panjang, meskipun kondisi pasar global masih diwarnai ketidakpastian. (*)
Editor: Galih Pratama


