Poin Penting
- MSIG Life berhasil menekan angka putus sekolah menjadi nol bagi 60 anak dampingan Program PELITA
- Program PELITA berlanjut dengan fokus pada bantuan pendidikan, pendampingan, dan penguatan motivasi anak.
- MSIG Life mengalokasikan lebih dari Rp120 juta untuk mendukung Program PELITA pada tahun kedua.
Jakarta – PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (MSIG Life) melanjutkan program pendampingan anak dari keluarga prasejahtera agar tidak putus sekolah.
Melalui program PELITA MSIG Life dan menggandeng ISCO Foundation (Indonesia Streeat Children Organization), perseroan melakukan pendampingan berkelanjutan dan memberikan bantuan biaya pendidikan.
Di tahun pertama, tidak ada satu pun dari 60 anak dampingan program ini yang putus sekolah. Program ini dilakukan di Kebon Melati, Tanah Abang. Angka putus sekolah di kawasan ini dalam tiga tahun terakhir sebelum MSIG Life dan ISCO Foundation melakukan pendampingan mencapai 5,9 persen.
Melalui program ini, pendampingan anak didik juga dilakukan dengan melibatkan orang tua. Agar berkelanjutan, program dirancang tidak sekadar memberikan bantuan biaya pendidikan. Tapi juga termasuk membangun motivasi anak untuk memiliki cita-cita.
Baca juga: Strategi MSIG Indonesia Hadapi Tantangan Asuransi Masa Depan
Strategi tersebut membuahkan hasil, di mana angka putus sekolah bisa ditekan ke hingga nol. Tahun ini, memasuki tahun kedua, program PELITA kembali dihadirkan dengan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada bantuan pendidikan, tapi juga membangun lingkungan yang mendorong anak tetap bertahan di bangku sekolah.
Menurut Director & Chief Transformation Officer MSIG Life Ken Terada, tantangan terbesar yang dihadapi anak-anak dari keluarga prasejahtera bukan semata keterbatasan ekonomi. Tapi terkadang tekanan lingkungan yang mendorong anak untuk segera bekerja, sehingga banyak yang memilih putus sekolah.
Maka itu, program PELITA dirancang untuk membangun motivasi jangka panjang. Tujuannya agar anak memiliki alasan kuat untuk terus belajar dan menyelesaikan pendidikan.
“Kami ingin anak-anak melihat sendiri bahwa dunia kerja sangat luas dan setiap keterampilan memiliki manfaat. Ketika seorang anak memiliki cita-cita, ia mempunyai alasan untuk lebih semangat belajar dan menyelesaikan sekolah, sehingga membuka lebih banyak kesempatan bagi masa depannya,” kata Ken, dalam keterangan resmi, Selasa, 21 Juli 2026.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, MSIG Life baru saja menggelar “Berani Punya Cita-Cita”, dengan mengundang 36 siswa SMP dampingan ISCO Foundation mengunjungi kantor pusat perusahaan. Di kegiatan ini, para siswa diperkenalkan pada berbagai profesi dan lingkungan kerja profesional.
Ada pula sesi inspirasi bersama manajemen perusahaan dan psikolog perkembangan anak, serta berbagai aktivitas reflektif mengenai tujuan hidup, strategi meraih cita-cita, dan ketangguhan menghadapi tantangan.
Di luar itu, sebagai bagian dari program PELITA, MSIG Life juga memberikan dukungan pendidikan, penyediaan makanan bergizi, perbaikan fasilitas sanggar, serta pendampingan bagi anak dan orang tua secara berkelanjutan. Di tahun kedua ini, perseroan mengalokasikan lebih dari Rp120 juta untuk mendukung program PELITA.
Sementara, Direktur Eksekutif ISCO Foundation Julinda Dewi Simbolon menilai keberhasilan mempertahankan nol angka putus sekolah tidak hanya lahir dari bantuan materi, tetapi juga perubahan pola pikir anak maupun orang tua.
Baca juga: Tingkatkan Manajemen Risiko, MSIG Indonesia Kenalkan Layanan Drone Survey
Di tengah bermacam keterbatasan, lanjutnya, anak-anak perlu didorong supaya berani bermimpi dan melihat peluang yang lebih baik di masa depan. Sementara, pendampingan kepada orang tua diperlukan untuk membantu membangun pola asuh yang lebih mendukung pendidikan anak.
“Sejak 2024, kerja sama kami dengan MSIG Life melalui PELITA bukan hanya menjaga anak tetap di sekolah, tetapi juga mengubah cara orang tua memandang masa depan anak dan menguatkan pola asuh yang mendukung tumbuh kembang mereka,” tegas Julinda. (*) Ari Astriawan


