Poin Penting
- Laba bersih BCA tumbuh 2,07 persen secara tahunan menjadi Rp25,68 triliun.
- Dana pihak ketiga (DPK) meningkat 8,09 persen menjadi Rp1.256,85 triliun.
- Total aset BCA naik 8,57 persen hingga mencapai Rp1.592,98 triliun.
Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membukukan laba bersih secara bank only sebesar Rp25,68 triliun hingga Mei 2026. Angka ini tumbuh 2,07 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode sama tahun lalu yang senilai Rp25,16 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan bulanan yang dipublikasikan, penyaluran kredit BCA tumbuh 4,85 persen atau Rp969,09 triliun, dibandingkan Mei 2025 yang sebesar Rp924,26 triliun. Pertumbuhan ini pun masih jauh dari rata-rata kredit secara nasional yang tumbuh 9,98 persen per April 2026.
Dari capaian tersebut, BCA mengantongi pendapatan bunga sebesar Rp38,40 triliun, naik tipis 0,29 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp38,29 triliun.
Baca juga: BCA Lanjutkan Aksi Buyback Saham, Siapkan Dana hingga Rp5 Triliun
Selain itu, beban bunga BCA terpantau naik. Hingga Mei 2026 beban bunga BCA mencapai Rp5,45 triliun, meningkat 5,42 persen yoy dari tahun sebelumnya sebesar Rp5,17 triliun.
Dengan begitu, pendapatan bunga bersih yang diperoleh BCA sebesar Rp32,95 triliun, angka ini menyusut tipis 0,51 persen yoy dibandingkan Mei 2025 yang senilai Rp33,12 triliun.
Dari sisi funding, BCA mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 8,09 persen menjadi Rp1.256,846 triliun pada Mei 2026 dari Rp1.155,215 triliun pada Mei 2025.
Jika dirinci, pertumbuhan DPK tersebut didorong oleh peningkatan giro yang naik 16,78 persen yoy menjadi Rp444,32 triliun dan tabungan tumbuh 7,81 persen yoy menjadi Rp625,37 triliun. Berbeda dengan tabungan dan giro, deposito tercatat terkontraksi 3,85 persen yoy menjadi Rp187,13 triliun.
Baca juga: CIMB Niaga, BCA, dan Danamon Kucurkan Pembiayaan SLL Rp4,7 T untuk Plaza Indonesia
Pertumbuhan DPK dan kredit turut mendongkrak total aset BCA mencapai Rp1.592,981 triliun pada Mei 2026, meningkat 8,57 persen dari tahun 2025 pada periode sama yang sebesar Rp1.467,183 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra


