Poin Penting
- Bapanas mengusulkan tambahan anggaran Rp17,52 triliun untuk bantuan pangan beras tiga bulan.
- Sebanyak 997,2 ribu ton beras siap disalurkan kepada 33,24 juta keluarga mulai Agustus 2026.
- Realisasi bantuan pangan tahap pertama mencapai 99,7 persen dengan penyaluran 664,88 ribu ton beras.
Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengusulkan tambahan anggaran Rp17,52 triliun untuk bantuan pangan beras selama tiga bulan.
Dana tersebut disiapkan bagi 33,2 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program bantuan beras direncanakan berjalan mulai Agustus hingga Oktober 2026.
Usulan anggaran sudah disampaikan kepada Kementerian Keuangan dan memasuki tahap penyelesaian DIPA. Pemerintah menargetkan penyaluran segera dilakukan setelah proses administrasi selesai.
Baca juga: Usulan Bulog dan Bapanas Jadi Satu Kementerian Perlu Dikaji Mendalam
Bapanas Ajukan Anggaran Tambahan Rp17,52 Triliun
Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menjelaskan anggaran itu khusus untuk bantuan pangan beras. Seluruh alokasi difokuskan memenuhi kebutuhan keluarga penerima manfaat.
“Masih dalam proses DIPA. Jadi kita sudah mengusulkan ABT (Anggaran Belanja Tambahan) ke Kementerian Keuangan. Yang diusulkan itu untuk bantuan pangan tiga bulan ke depan itu Rp17,52 triliun,” kata Sarwo kepada Antara di Jakarta, Selasa (28/7).
Sarwo menyebut Menteri Keuangan telah menyetujui anggaran bantuan pangan tersebut. Namun penyaluran belum dimulai karena proses DIPA masih berlangsung.
Menurut Sarwo, tambahan anggaran itu menjadi bagian penguatan perlindungan pangan nasional. Pemerintah juga ingin menjaga daya beli masyarakat pada semester kedua 2026.
Bapanas Siapkan Penyaluran Beras Mulai Agustus
Selain mengusulkan anggaran, Bapanas memastikan stok bantuan tahap kedua sudah siap disalurkan. Penyaluran ditargetkan dimulai pada Agustus 2026 secara sekaligus.
Sebanyak 997,2 ribu ton beras disiapkan untuk 33,24 juta keluarga penerima manfaat. Masing-masing keluarga akan menerima 10 kilogram beras setiap bulan.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan penyaluran dilakukan dengan skema one shoot. Skema itu dipilih agar distribusi berlangsung lebih cepat dan serentak.
“Program prorakyat bantuan pangan yang merupakan salah satu direktif Presiden Prabowo Subianto direncanakan mulai salur secara ‘one shoot‘ atau secara sekaligus pada Agustus mendatang,” ujar Ketut.
Ketut menambahkan alokasi bantuan diberikan untuk kebutuhan tiga bulan sekaligus. Bulog akan ditugaskan setelah anggaran tambahan masuk ke DIPA Bapanas.
Baca juga: Khofifah Minta Stok Beras SPHP, Minyakita, dan LPG 3 Kg di Kopdes Merah Putih Aman
Realisasi Tahap Pertama Hampir Tuntas
Bantuan pangan tahap pertama sebelumnya hampir seluruhnya tersalurkan kepada masyarakat. Realisasi penyaluran mencapai 99,7 persen dari target pemerintah.
Sebanyak 33,14 juta keluarga penerima manfaat telah menerima bantuan tersebut. Sisa penyaluran masih terdapat di Papua, Sumatera, dan Sulawesi.
“Bantuan pangan tahap pertama kan sudah 99,7 persen. Selisih 0,3 persen yang belum, itu di wilayah Papua, lalu beberapa wilayah Sumatra dan Sulawesi. Namun secara prinsip untuk tahap pertama sudah bagus,” kata Ketut.
Secara kuantitas, beras yang disalurkan mencapai 664,88 ribu ton. Penyaluran minyak goreng juga mencapai 132,97 ribu kiloliter.
Jika ditambah target tahap kedua sebesar 997,2 ribu ton, total bantuan beras 2026 dapat mencapai 1,66 juta ton. Jumlah tersebut meningkat 133,83 persen dibanding realisasi bantuan pangan sepanjang 2025.
Ketut mengatakan penyaluran tahap kedua akan dimulai setelah transfer anggaran tambahan selesai dilakukan. Pemerintah berharap program Bapanas menjaga ketahanan pangan dan daya beli masyarakat. (*)
Editor: Yulian Saputra


