Poin Penting
- Bank Muamalat menjadikan segmen ritel dan SME sebagai motor pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
- Pembiayaan Solusi Emas Hijrah melonjak lebih dari 11 kali lipat menjadi Rp1,7 triliun pada kuartal I 2026.
- Outstanding pembiayaan SME tumbuh 33 persen secara tahunan menjadi Rp3,1 triliun.
Jakarta – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, terus memperkuat portofolio bisnis dengan berfokus pada segmen ritel dan usaha kecil menengah (UKM) sebagai motor pertumbuhan berkelanjutan.
Direktur Utama Bank Muamalat, Imam Teguh Saptono, mengatakan, pihaknya tetap mengembangkan bisnis korporasi, namun dengan pendekatan selektif dan menjaga kualitas pembiayaan.
“Bank Muamalat menekankan pentingnya pertumbuhan yang berkelanjutan. Karena itu kami fokus mengembangkan segmen ritel, baik consumer maupun SME, yang terbukti lebih resilien, tanpa mengabaikan pengembangan segmen korporasi yang sehat,” kata Imam, dalam keterangannya, Senin, 6 Juli 2026.
Baca juga: Kelola Dana Pensiun 958 Perusahaan, Aset DPLK Syariah Muamalat Tembus Rp2 Triliun
Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Menanjak
Menurutnya, strategi ini pun tecermin dari pertumbuhan sejumlah produk unggulan Bank Muamalat sepanjang kuartal I 2026.
Produk pembiayaan Solusi Emas Hijrah misalnya, mencatat lonjakan lebih dari 11 kali lipat secara tahunan (year on year/yoy) hingga menembus Rp1,7 triliun pada akhir Maret 2026.
Selain nilai pembiayaan, jumlah rekening nasabah produk tersebut juga menanjak, yakni 274 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca juga: Transaksi QRIS Bank Muamalat Melonjak 74,87 Persen di Mei 2026
Menurutnya, pertumbuhan tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap produk pembiayaan berbasis syariah yang menawarkan fleksibilitas sekaligus nilai investasi.
Pembiayaan SME Tumbuh 33 Persen
Sejalan dengan itu, Bank Muamalat juga terus memperluas pembiayaan kepada sektor usaha kecil dan menengah.
Per Maret 2026, total outstanding pembiayaan SME mencapai Rp3,1 triliun, atau tumbuh 33 persen secara tahunan.
Ia menilai, sektor SME mempunyai prospek jangka panjang lantaran menjadi salah satu penyokong utama perekonomian nasional.
“SME merupakan sektor yang sangat prospektif untuk dikembangkan karena memiliki peran krusial sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional. Sektor ini juga mempunyai penyebaran risiko yang baik,” tandasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


