Poin Penting
- Bank Mega menjadi salah satu dari tujuh first mover Kartu Kredit Indonesia (KKI) untuk mendukung penguatan ekosistem sistem pembayaran nasional
- KKI dinilai membuka peluang bagi Bank Mega untuk memperluas ekosistem, meningkatkan sales volume, akuisisi nasabah, dan engagement
- Bank Mega menargetkan KKI menjadi momentum memperkuat bisnis kartu kredit, sekaligus menghadirkan transaksi digital yang lebih mudah dan nyaman bagi nasabah.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), didukung Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) serta Penerbit dan Penyelenggara Infrastruktur Sistem Pembayaran (PIP), meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen ritel untuk masyarakat umum sebagai alternatif pembayaran deferred payment domestik.
PT Bank Mega Tbk (Bank Mega) menjadi salah satu dari tujuh bank first mover Kartu Kredit Indonesia (KKI).
Langkah ini merupakan bentuk komitmen perseroan dalam mendukung penguatan ekosistem sistem pembayaran nasional.
Partisipasi Bank Mega sebagai first mover KKI menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan sistem pembayaran yang semakin terintegrasi, aman, efisien, dan berbasis infrastruktur nasional. KKI merupakan instrumen pembayaran berbasis kredit dengan pemrosesan transaksi secara domestik.
Baca juga: Pembiayaan Konsumer Bank Mega Syariah Capai Rp596,7 Miliar di Juli 2026
Direktur IT dan Operasional Bank Mega, YB. Hariantono, menyatakan keterlibatan perseroan dalam inisiatif tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya membangun kemandirian dan ketahanan ekosistem finansial nasional.
Selain itu, langkah ini memperkuat peran industri perbankan dalam menghadirkan inovasi pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ekonomi digital Indonesia.
“Pengembangan KKI juga sejalan dengan upaya memperluas penggunaan instrumen pembayaran non-tunai dan mendorong transaksi yang lebih aman, efisien, serta transparan,” ucap Hariantono, dalam keterangan resmi, dikutip Rabu, 19 Agustus 2026.
Sebagai first mover KKI, Hariantono mengatakan Bank Mega memiliki peluang untuk memperluas ekosistem sekaligus meningkatkan sales volume, akuisisi nasabah, dan engagement melalui produk serta layanan pembayaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Bank Mega bisa memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat penetrasi bisnis kartu kredit sekaligus menghadirkan pengalaman transaksi digital yang semakin mudah dan nyaman bagi nasabah,” imbuhnya.
Baca juga: Bank Mega Ungkap Faktor Terpenting dalam Implementasi AI di Industri Perbankan
Melalui keterlibatan aktif dalam ekosistem KKI, Bank Mega berkomitmen menjadi bagian dari transformasi sistem pembayaran nasional. Perseroan juga akan terus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi nasabah sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
“Ini memperkuat peran industri perbankan dalam menghadirkan inovasi pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ekonomi digital Indonesia,” tukas Credit Card Unsecured Loan (CCUL) Product and Portofolio Head, Yan Adisesha Gandhi. (*) Steven Widjaja


