Poin Penting
- Penempatan Uang Negara (PUN) menjadi salah satu penopang likuiditas perbankan.
- Kredit perbankan tumbuh 13,58 persen yoy pada Juli 2026, lebih tinggi dari pertumbuhan DPK.
- Rasio LDR naik menjadi 88,38 persen pada Juli 2026 dari 85,40 persen pada Desember 2025.
Jakarta – Bank Mandiri menyatakan Penempatan Uang Negara (PUN) atau Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah menjadi salah satu faktor yang menopang likuiditas perbankan di tengah kondisi yang mulai mengetat.
“Penempatan dana PUN masih menjadi penopang yang memperkuat kondisi likuiditas perbankan,” tulis Office of Chief Economist (OCE) Bank Mandiri di bahan paparan dalam Mandiri Macro and Market Brief Kuartal III 2026, dikutip, Jumat, 4 September 2026.
Baca juga: Bank Mandiri: Ekonomi Global Masih Hadapi Ketidakpastian di Semester II 2026
Kondisi likuiditas menjadi perhatian karena pertumbuhan kredit masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK).
Kredit perbankan pada Juli 2026 tumbuh 13,58 persen secara tahunan (yoy), meningkat dari 12,67 persen pada Juni 2026.
Sementara itu, DPK tumbuh 11,21 persen yoy pada Juli 2026, naik dari 10,21 persen pada Juni 2026.
Baca juga: Bank Mandiri Proyeksikan BI Rate Tetap 5,75 Persen hingga Akhir 2026
Meski pertumbuhan DPK meningkat, lajunya masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kredit. Kondisi ini turut membuat likuiditas perbankan mulai mengetat.
Hal tersebut tecermin dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) yang naik menjadi 88,38 persen pada Juli 2026. Angka tersebut meningkat dari 85,40 persen pada Desember 2025.
“Likuiditas perbankan mulai mengetat dengan rasio LDR naik ke 88,38 persen pada Jul 2026 dibandingkan 85,40 persen di Desember 2025,” tulis OCE Bank Mandiri. (*)
Editor: Yulian Saputra


