Poin Penting
- Laba Bank Mandiri naik 25,0 persen yoy menjadi Rp28,5 triliun, dengan pendapatan tumbuh 10,3 persen menjadi Rp60,7 triliun
- Kredit tumbuh 19,9 persen yoy menjadi Rp1.591,67 triliun, didukung pertumbuhan kredit UMKM 5,48 persen
- Kinerja tetap solid, ditopang NPL turun ke 0,98 persen, DPK naik 17,1 persen, dan aset tumbuh 19,1 persen yoy.
Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membukukan kinerja positif pada semester I 2026. BMRI mencatatkan laba bersih (bank only) sebesar Rp28,5 triliun, meningkat 25,0 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp22,8 triliun.
Sejalan dengan pertumbuhan laba, Bank Mandiri juga membukukan pendapatan sebesar Rp60,7 triliun pada kuartal II 2026, naik 10,3 persen yoy dari Rp55,0 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, mengatakan dari sisi penyaluran kredit perseroan mencatat pertumbuhan bank only sebesar 19,9 persen dari Rp1.327,53 triliun di Juni 2025 menjadi Rp1.591,67 triliun pada Juni 2026.
“Hingga kuartal ke-2 tahun 2026, total kredit Bank Mandiri tumbuh 19,9 persen secara tahunan atau yoy dua kali lipat dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan industri. Pertumbuhan kredit tersebut juga memiliki fokus yang kuat mendorong aktivitas ekonomi rill, khususnya pada sektor produktif dan padat karya,” ucap Riduan dalam Konferensi Pers di Jakarta, 23 Juli 2026.
Baca juga: Bank Mandiri Salurkan KUR Rp17,77 Triliun per Mei 2026, Didominasi Sektor Produksi
Riduan menambahkan dukungan BMRI terhadap aktivitas ekonomi rill tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit UMKM yang mencapai 5,48 persen yoy.
“Dengan kata lain, pertumbuhan UMKM Bank Mandiri tersebut sekitar 9 kali lebih cepat dari pertumbuhan di industri,” imbuhnya.
Di sisi kualitas aset, Bank Mandiri juga mencatat perbaikan. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) pada semester I 2026 turun 10 basis poin (bps) secara tahunan menjadi 0,98 persen, dibandingkan 1,08 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara dari sisi funding, dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri juga menunjukkan kinerja yang solid dengan pertumbuhan 17,1 persen secara yoy. Pertumbuhan DPK ini di atas rata-rata industri sebesar 8,1 persen menurut Bank Indonesia.
Baca juga: Bank Mandiri: Dana SAL Perkuat Likuiditas dan Dorong Pertumbuhan Kredit
“Hal ini menunjukkan bahwa Bank Mandiri mampu menjaga kepercayaan nasabah dan menghasilkan pengelolaan likuiditas yang stabil dan berkelanjutan,” ujar Riduan.
Capaian kinerja yang ciamik tersebut berhasil mendongkrak total aset BMRI. Total aset perseroan tercatat tumbuh 19,1 persen secara yoy di semester I 2026 menjadi Rp2.349,19 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang Rp1.972,60 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama


