Poin Penting:
- ADB menilai akses pembiayaan menjadi kunci mempercepat transformasi industri Indonesia.
- Transformasi industri membutuhkan pembiayaan, SDM terampil, infrastruktur, dan kelembagaan yang kuat.
- ADB siap melanjutkan kerja sama dengan pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja bernilai tambah tinggi.
Jakarta – Asian Development Bank (ADB) menilai pembiayaan menjadi salah satu kunci mempercepat transformasi industri Indonesia. Dukungan tersebut dibutuhkan agar industri mampu menciptakan lapangan kerja yang inklusif dan bernilai tambah tinggi.
Pandangan itu disampaikan Kepala Perwakilan ADB untuk Indonesia, Bobur Alimov. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Indonesia Development Talks di Jakarta, dikutip Antara, Kamis (23/7/2026).
Menurut Bobur, momentum transformasi industri Indonesia terus menguat. Namun, hasilnya bergantung pada kebijakan yang tepat dan dukungan berbagai sektor.
Baca juga: ADB Pertahankan Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen pada 2026
ADB: Pembiayaan Percepat Transformasi Industri
Penelitian ADB menunjukkan sektor manufaktur berperan penting memperkecil kesenjangan produktivitas dengan negara maju. Sektor tersebut juga mendorong peralihan menuju aktivitas ekonomi bernilai tambah lebih tinggi.
Studi itu menekankan perlunya kebijakan yang mendukung peningkatan industri. Pengembangan keterampilan dan investasi juga menjadi faktor penting dalam transformasi ekonomi.
Temuan tersebut sejalan dengan Industrial Development Report 2026 UNIDO. Laporan itu menegaskan pentingnya kebijakan industri yang terarah demi menjaga daya saing jangka panjang.
Transformasi Industri Tak Cukup Andalkan Investasi
Laporan tersebut menyoroti kebijakan hilirisasi mineral Indonesia. Langkah itu dinilai mampu meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat pembangunan industri.
Namun, ADB menilai transformasi industri tidak cukup mengandalkan investasi. Akses pembiayaan menjadi faktor penting agar dunia usaha terus berkembang.
Selain pembiayaan, kelembagaan yang kuat juga dibutuhkan. Tenaga kerja terampil dan infrastruktur memadai turut menentukan daya saing perusahaan.
“Pada intinya, pembangunan industri berpusat pada manusia. Indonesia sedang mengalami momentum yang nyata dalam transformasi industrinya, dan penelitian ini menunjukkan sejauh mana momentum tersebut dapat mendorong pertumbuhan produktivitas dengan pilihan kebijakan yang tepat,” ujar Bobur.
Baca juga: BI Naikkan Insentif Likuiditas Makroprudensial Jadi 6 Persen, Tapi Ada Syaratnya
ADB Perkuat Kemitraan dengan Indonesia
Bobur menegaskan ADB akan terus bekerja sama dengan pemerintah Indonesia. Kemitraan itu diarahkan untuk mempercepat pembangunan industri yang inklusif.
“ADB akan terus bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk membantu mewujudkan potensi tersebut menjadi lapangan kerja yang inklusif dan bernilai tambah tinggi bagi masyarakat Indonesia,” katanya.
Sebagai bank pembangunan multilateral, ADB mendukung pertumbuhan berkelanjutan di Asia dan Pasifik. Melalui pembiayaan inovatif dan kemitraan strategis, ADB terus memperkuat transformasi industri Indonesia agar mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas. (*)
Editor: Yulian Saputra


