Poin Penting
- Anggota DPR Longki Djanggola mengapresiasi kinerja Bank Maluku dan Malut yang tumbuh signifikan dan dinilai mampu bersaing dengan bank nasional maupun swasta
- Bank Maluku Malut mencatat aset sekitar Rp10 triliun dengan pertumbuhan laba 30 persen, menunjukkan ekspansi bisnis yang progresif dalam beberapa tahun terakhir
- Meski tumbuh positif, bank didorong terus meningkatkan skala dan menjaga momentum agar mampu bersaing dengan bank daerah besar serta memperkuat kontribusi terhadap ekonomi lokal.
Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI Longki Djanggola mengapresiasi kinerja Bank Maluku dan Maluku Utara (Maluku Malut) yang dinilai menunjukkan pertumbuhan signifikan di tengah persaingan dengan bank nasional maupun swasta.
Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan Komisi II DPR RI dengan jajaran komisaris dan direksi Bank Maluku dan Maluku Utara di Kota Ambon, Kamis (16/4/2026).
Selama pemaparan berlangsung, Direktur Utama Bank Maluku dan Malut, Syahrisal Imbar, menyampaikan bahwa bank daerah tersebut mencatatkan pertumbuhan kinerja yang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Longki menilai, capaian tersebut menunjukkan bahwa bank daerah mampu bersaing dan berkembang di tengah dominasi bank besar, baik yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) maupun perbankan swasta.
Baca juga: BSI Pastikan Layanan Perbankan di Wilayah Terdampak Gempa Sulut-Malut Tetap Berjalan
“Ini menunjukkan bank daerah juga bisa tumbuh agresif dan kompetitif. Kinerja seperti ini patut diapresiasi,” ujar Longki dinukil laman DPR, Jumat, 17 April 2026.
Diketahui, Bank Maluku dan Malut saat ini telah memiliki aset sekitar Rp10 triliun dengan pertumbuhan laba mencapai 30 persen. Capaian tersebut dinilai sebagai indikasi bahwa bank daerah mampu melakukan ekspansi bisnis secara progresif.
Meski demikian, Longki mengingatkan bahwa capaian tersebut perlu terus ditingkatkan agar dapat bersaing dengan bank pembangunan daerah lainnya yang memiliki skala lebih besar.
Perbandingan Aset Bank Lain
Sebagai perbandingan, Bank Sulteng tercatat memiliki aset sekitar Rp14 triliun dengan pertumbuhan laba hampir 20 persen. Sementara itu, bank daerah besar seperti Bank Jakarta dan Bank BJB telah memiliki aset jauh lebih besar.
Baca juga: Bank Muamalat Ajak Nasabah Berinvestasi Sekaligus Beramal
Bank Jakarta tercatat memiliki aset sekitar Rp83 triliun dengan laba lebih dari Rp1 triliun, sedangkan Bank BJB telah mencapai aset sekitar Rp221 triliun.
Adanya perbandingan tersebut, menurutnya, data ini bisa menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Bank Maluku dan Malut untuk terus meningkatkan kinerja dan memperluas skala usaha.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan agar tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu berkontribusi terhadap penguatan ekonomi daerah.
Menurutnya, sebagai bank milik daerah, Bank Maluku dan Malut memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi lokal, termasuk melalui pembiayaan sektor produktif dan dukungan terhadap pelaku usaha di daerah.
Komisi II DPR, lanjut Longki, akan terus mendorong penguatan kinerja badan usaha milik daerah agar tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah. (*)
Editor: Galih Pratama







