Poin Penting
- Bank Kasikorn Indonesia mendapat pinjaman KBank USD341 juta atau sekitar Rp6 triliun untuk memperkuat likuiditas dan kredit
- Penarikan dilakukan bertahap dengan penarikan perdana USD55 juta pada 21 Agustus 2026
- Hingga Mei 2026, aset KBank Indonesia mencapai Rp24,79 triliun.
Jakarta – PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS) memperoleh fasilitas pinjaman dari induk usaha, Kasikornbank Public Company Limited atau KBank senilai USD341 juta, atau setara Rp6 triliun.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pinjaman bilateral tersebut memiliki tenor hingga 2 tahun sejak tanggal penarikan, dengan bunga SOFR plus margin sesuai kondisi pasar yang berlaku.
“Perseroan telah menerima pinjaman Bilateral dari Kasikornbank Public Company Limited (KBank) dengan limit fasilitas sebesar USD341juta,” kata Kasemsri Charoensiddhi, Direktur Utama Bank Kasikorn Indonesia, dikutip Rabu, 26 Agustus 2026.
Baca juga: Bank Maspion Kantongi ‘Dana Segar’ USD285 Juta dari KBank, Perkuat Likuiditas Kredit
Menurutnya, transaksi pinjaman bilateral ini dilakukan untuk mendukung likuiditas tenor jangka panjang dan menunjang penyaluran kredit perseroan kepada nasabah.
Adapun, transaksi penarikan dilakukan secara bertahap. Pada 21 Agustus 2026, perseroan telah melakukan penarikan pertama sebesar USD55juta.
Kasemsri menegaskan, transaksi yang dijalankan tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana yang dimaksud dalam POJK 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Baca juga: Bank Maspion Resmi Ganti Nama Jadi Bank Kasikorn Indonesia
Sebelumnya, PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (KBank Indonesia) sendiri telah melakukan branding dengan mengubah identitas perseroan dari sebelumnya PT Bank Maspion Indonesia Tbk.
Perubahan nama ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi bank setelah bergabung dengan Kasikornbank PCL (KBank), salah satu grup perbankan terbesar di Thailand.
Sementara itu, dari sisi kinerja, KBank Indonesia juga terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga Mei 2026, total aset bank ini telah mencapai Rp24,79 triliun.
Hal ini menjadi salah satu fondasi bagi bank dalam memperkuat ekspansi bisnis dan meningkatkan layanan kepada nasabah di tengah transformasi yang sedang dijalankan. (*)
Editor: Galih Pratama


