Poin Penting
- Bank Jago menghadirkan fitur Rapor Kredit yang terhubung langsung dengan data SLIK OJK di aplikasi.
- Nasabah dapat memantau riwayat kredit sekaligus memperoleh rekomendasi untuk menjaga kesehatan kredit.
- Fitur ini menjadi bagian dari penerapan responsible lending guna mendorong pinjaman yang lebih bijak.
Jakarta – Di tengah meningkatnya rasio kredit bermasalah (non-performing loan atau NPL) di sejumlah bank, PT Bank Jago Tbk (ARTO) mengambil langkah berbeda dengan membuka akses data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK langsung di aplikasinya.
Melalui fitur Rapor Kredit ini, nasabah bank digital yang dipegang oleh Gojek (bagian dari grup GoTo) ini bisa mengakses riwayat kredit berdasarkan data SLIK OJK sehingga memiliki gambaran mengenai kondisi kredit sebelum mengajukan pinjaman baru.
Head of Sustainability & Digital Lending Bank Jago, Andy Djiwandono mengungkapkan, kemudahan memperoleh pembiayaan perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap kondisi keuangan pribadi agar masyarakat mampu mengelola utang secara sehat.
“Akses pembiayaan yang mudah perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik mengenai kondisi finansial pribadi. Melalui Rapor Kredit, kami berharap debitur mengambil pinjaman dengan lebih bijak, terukur sesuai kemampuan finansialnya,” ujar Andy di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026.
Baca juga: Nicholas Tan Masuk Jajaran Direksi Bank Jago (ARTO), Ini Strategi yang Disiapkan
Terhubung Langsung dengan SLIK OJK
Andy menjelaskan, melalui fitur Rapor Kredit, nasabah dapat mengetahui riwayat pembiayaan, status kredit, hingga gambaran kesehatan kredit secara menyeluruh tanpa perlu mengakses layanan SLIK secara terpisah.
Tak sekedar menampilkan data kredit, Bank Jago juga melengkapi layanan tersebut dengan fitur Credit Health Tips yang berisi artikel edukasi dan rekomendasi yang dipersonalisasi sesuai kondisi masing-masing nasabah.
Menariknya, nasabah dengan riwayat kredit yang baik akan mendapatkan panduan untuk mempertahankan kualitas kredit.
Sementara itu, nasabah yang masih memiliki catatan kredit kurang baik akan mendapatkan rekomendasi langkah-langkah untuk memperbaiki kesehatan kredit secara bertahap.
Literasi Pembiayaan Masih Menjadi Tantangan
Andi mengatakan peluncuran fitur ini juga didorong oleh masih rendahnya tingkat literasi masyarakat pada sejumlah sektor pembiayaan.
Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 OJK, tingkat literasi keuangan masyarakat pada sektor pembiayaan perbankan mencapai 65,5 persen.
Sementara itu, literasi terhadap lembaga pembiayaan nonbank baru mencapai 44,7 persen, sektor fintech lending sebesar 24,9 persen, dan lembaga keuangan mikro hanya 9,8 persen.
Baca juga: Tren Kelola Finansial Meningkat, Bank Jago Kenalkan Cara Baru Atur Keuangan
Andy menambahkan, fitur Rapor Kredit merupakan bagian dari implementasi konsep responsible lending yang dikembangkan Bank Jago.
Pendekatan tersebut bertujuan mendorong masyarakat tidak hanya memperoleh akses pembiayaan yang mudah, tetapi juga memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kapasitas keuangan sebelum mengambil pinjaman. (*)
Editor: Yulian Saputra


