Poin Penting
- Bank Danamon mencatat pertumbuhan simpanan valas sebesar 40-45 persen secara tahunan, melampaui rata-rata industri.
- Traveling, remitansi biaya pendidikan, dan transaksi di platform global menjadi pendorong utama pertumbuhan valas.
- Bank Danamon menargetkan pertumbuhan bisnis valas mencapai 50-60 persen hingga akhir 2026.
Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk mencatat pertumbuhan signifikan produk simpanan valuta asing (valas) sebesar 40-45 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Capaian tersebut melampaui pertumbuhan simpanan valas industri perbankan yang berada di kisaran 20-30 persen.
Liabilities Banking Service Head Bank Danamon, Steven Dhalimarta mengatakan, peningkatan transaksi valas didorong oleh perubahan perilaku nasabah yang semakin aktif melakukan transaksi keuangan lintas negara.
“Pertumbuhan simpanan valas kami sejalan dengan pertumbuhan valas di industri perbankan di sekitar 20-30 persen. Nah, pertumbuhan di kami itu lebih tinggi di kisaran 40-45 persen,” ujar Steven, dalam Danamon Journalist Class 2026, di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026.
Baca juga: BTN Bukukan Laba Rp1,85 Triliun di Mei 2026, Tumbuh 54,37 Persen
Steven mengungkapkan terdapat tiga faktor utama yang mendorong pertumbuhan transaksi valas Bank Danamon.
Pertama, meningkatnya kebutuhan nasabah untuk bepergian ke luar negeri, termasuk perjalanan ibadah yang turut didukung layanan perbankan syariah.
“Top pertama adalah dari nasabah yang melakukan traveling. Traveling ini termasuk perjalanan ibadah jadi cukup tinggi,” ujarnya.
Kedua, pertumbuhan berasal dari nasabah segmen affluent yang memanfaatkan layanan remitansi untuk membayar biaya pendidikan di luar neger
Sementara itu, faktor ketiga berasal dari meningkatnya pembayaran menggunakan kartu debit di berbagai platform digital global.
Steven menyebut transaksi tersebut mencakup pembayaran hotel melalui online travel agent (OTA) seperti Agoda, belanja di Amazon, hingga pembelian tiket maskapai penerbangan internasional
“Kami juga melihat transaksi yang tumbuh cukup besar dengan menggunakan kartu debit adalah pembayaran di platform global.
“Kami juga melihat transaksi yang tumbuh cukup besar menggunakan kartu debit untuk pembayaran di platform global seperti Agoda, Amazon, maupun pembelian tiket penerbangan,” bebernya.
Nasabah Individu Dominasi Simpanan Valas
Steven mengatakan, mayoritas pertumbuhan simpanan valas saat ini masih berasal dari nasabah individu. Sekitar 70-80 persen berasal dari segmen ritel, sedangkan sisanya bersal dari nasabah korporasi.
Baca juga: Laba Bank Danamon Tumbuh 35 Persen jadi Rp1,1 Triliun di Q1 2026
“Kurang lebih 70 sampai 80 persen berasal dari nasabah individu, sementara sisanya dari korporat,” ujarnya.
Kondisi tersebut kata dia mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transaksi internasional, baik untuk perjalanan, pendidikan maupun konsumsi digital.
Bidik Pertumbuhan Valas 60 Persen
Seiring tren positif tersebut, Bank Danamon menargetkan pertumbuhan bisnis valas yang lebih agresif hingga akhir 2026.
“Target kami kurang lebih di 50-60 persen pertumbuhan valas. Kami melihat pertumbuhan ini akan tetap mengikuti meningkatnya kebutuhan transaksi valas masyarakat,” bebernya.
Selain memperluas layanan transaksi valas, perseroan juga menggandeng berbagai mitra global untuk meningkatkan penggunaan kartu debit dalam transaksi internasional.
Strategi tersebut diharapkan dapat menangkap pertumbuhan kebutuhan pembayaran digital masyarakat Indonesia yang semakin aktif bertransaksi di platform global maupun melakukan perjalanan ke luar negeri. (*)
Editor: Yulian Saputra


