Poin Penting
- Bank BPD Bali menyalurkan kredit daerah Rp114,11 miliar untuk percepatan infrastruktur Klungkung.
- Dana difokuskan pada pembangunan jalan, fasilitas kesehatan, dan pasar di Nusa Penida.
- Kredit diharapkan mendorong ekonomi daerah, UMKM, dan pemerataan pembangunan.
Jakarta – Bank BPD Bali menyalurkan fasilitas kredit pinjaman daerah senilai Rp114,11 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam mendukung upaya percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah Nusa Penida.
Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma, mengatakan, sebagai bank milik daerah, Bank BPD Bali memiliki tanggung jawab mendukung program kerja pemerintah daerah dan merupakan bagian dari fungsi lembaga perbankan dalam mendukung pembangunan ekonomi di Provinsi Bali.
“Fasilitas kredit ini diharapkan membantu Pemkab Klungkung merealisasikan pembangunan infrastruktur untuk digunakan masyarakat Klungkung,” ujar Nyoman, dinukil laman BPD Bali, Rabu, 6 Mei 2026.
Baca juga: BPD Bali Genjot Transaksi Digital Wisatawan lewat QRIS Antarnegara Indonesia-Tiongkok
Ia membeberkan, dukungan fasilitas pinjaman tersebut juga menjadi bagian dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Fokus Pembangunan Infrastruktur di Nusa Penida
Sementara itu, Bupati Klungkung I Made Satria, menjelaskan, pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan layanan publik.
Melalui persetujuan kredit dari Bank BPD Bali, Pemkab Klungkung memperoleh total pinjaman sebesar Rp114,11 miliar.
Ia menyebut, pencairan kredit akan dilaksanakan secara bertahap. Tahap pertama akan difokuskan pada tiga proyek strategis di Nusa Penida, yakni peningkatan Jalan Sampalan–Toya Pakeh, pembangunan Jalan Lingkar Ceningan serta pembangunan Gedung CSSD RS Gema Santi senilai.
Baca juga: Melangkah Menuju KBMI 2, Bank BPD Bali Catatkan Kinerja Positif di Triwulan I 2026
Sedangkan tahap berikutnya diperuntukkan bagi Pembangunan Pasar Mentigi Nusa Penida Tahap I, yang saat ini sedang dalam proses administrasi dan teknis yang mendalam.
Dorong Pemerataan dan Kemandirian Fiskal Daerah
Dirinya menekankan pinjaman ini bukan sekadar pembiayaan, melainkan bagian dari komitmen mewujudkan visi pembangunan Klungkung ke depan.
Ia juga menginstruksikan seluruh OPD untuk mempercepat realisasi proyek serta memastikan transparansi dan kualitas pekerjaan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kerja sama ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan, sekaligus memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui sinergi dengan Bank BPD Bali,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


