Poin Penting:
- Banjir rob yang menyebabkan tanggul laut jebol di Kecamatan Tayu, Pati, berdampak pada sedikitnya 127 kepala keluarga.
- Sebanyak 73 rumah warga, 85 hektare tambak produktif, dan jalan desa sepanjang 2,3 kilometer terdampak genangan air laut.
- BPBD Kabupaten Pati mengalokasikan Rp60 juta untuk penanganan awal tanggul, sementara BNPB dan BPBD Jawa Tengah memperkuat perbaikan darurat di lapangan.
Jakarta – Peristiwa banjir rob hingga menjebol tanggul laut di pesisir Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berdampak pada sedikitnya 127 kepala keluarga (KK). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan upaya penanganan darurat terus diperkuat untuk mengatasi dampak genangan dan memperbaiki infrastruktur yang rusak.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (20/6) sekitar pukul 16.25 WIB di wilayah Kecamatan Tayu. Fenomena itu dipicu oleh naiknya muka air laut yang melimpas ke daratan bersamaan dengan runtuhnya tanggul laut penahan rob.
“Kondisi tersebut dipicu oleh kenaikan muka air laut yang disertai runtuhnya struktur tanggul laut penahan rob, sehingga menggenangi kawasan permukiman padat penduduk serta puluhan hektare area tambak budi daya di sekitarnya,” kata Abdul Muhari di Jakarta, dikutip Antara, Senin (22/6).
Baca juga: Update Banjir Gorontalo: 2.817 Jiwa Terdampak, 826 Rumah Terendam
Dampak Banjir Rob di Pati Meluas ke Permukiman dan Tambak
BNPB menyebut dampak banjir rob saat ini terpusat di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu. Berdasarkan hasil kaji cepat, jumlah warga yang terdampak langsung mencapai sedikitnya 127 KK.
Selain merendam kawasan permukiman, genangan air laut juga mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat sebanyak 73 unit rumah warga terendam dan sekitar 85 hektare lahan pertambakan produktif tergenang air laut.
Tidak hanya itu, akses transportasi warga turut terdampak. Jalan desa sepanjang kurang lebih 2,3 kilometer sempat tidak dapat dilalui akibat limpasan air laut yang menutupi badan jalan.
Penanganan Darurat dan Perbaikan Tanggul Dipercepat
Merespons kondisi darurat tersebut, pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan langkah penanganan. BPBD Kabupaten Pati telah menyalurkan bantuan logistik pangan darurat kepada warga terdampak.
Selain bantuan kebutuhan dasar, BPBD Kabupaten Pati juga mengalokasikan anggaran stimulus sebesar Rp60 juta untuk penanganan awal tanggul laut yang mengalami kerusakan akibat banjir rob.
Upaya teknis di lapangan diperkuat melalui dukungan material geotekstil dari BPBD Provinsi Jawa Tengah. Tim gabungan juga melakukan perbaikan pada bagian tanggul yang ambrol, menyusun karung tanah atau sandbag di titik-titik rawan, serta memasang waring sebagai penanda batas area tambak.
Baca juga: Banjir Luapan Semeru Rendam Rumah 300 Keluarga di Lumajang
BNPB Siagakan Lokasi Evakuasi Antisipasi Pasang Susulan
Meski kondisi genangan di Desa Tunggulsari dilaporkan mulai berangsur surut, BNPB menegaskan kewaspadaan tetap diperlukan mengingat potensi pasang air laut susulan masih dapat terjadi.
Hingga saat ini tidak ada laporan warga yang mengungsi. Namun, pemerintah daerah tetap menyiagakan fasilitas umum sebagai langkah antisipasi apabila kondisi memburuk.
Balai desa dan polindes telah disiapkan sebagai lokasi evakuasi sementara untuk menampung warga jika terjadi peningkatan genangan akibat pasang laut berikutnya.
Perbaikan tanggul dan penanganan dampak banjir di wilayah pesisir Pati terus dilakukan agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal serta risiko kerusakan yang lebih luas dapat diminimalkan. (*)
Editor: Yulian Saputra


