Poin Penting
- CLEO membagikan dividen tunai Rp60 miliar atau Rp2,5 per saham dari laba bersih tahun buku 2025 yang diputuskan dalam RUPS
- Meski laba bersih 2025 turun 17,8 persen menjadi Rp390 miliar, CLEO tetap mencatat pertumbuhan penjualan 4,8 persen menjadi Rp2,83 triliun
- Kinerja CLEO berlanjut positif pada kuartal I 2026 dengan penjualan naik 16 persen dan laba bersih tumbuh 5 persen didorong peningkatan volume penjualan dan efisiensi operasional.
Jakarta – PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), emiten yang bergerak di sektor air minum dalam kemasan (AMDK), menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Senin, 22 Juni 2026. Salah satu agenda yang disetujui dalam rapat tersebut adalah pembagian dividen tunai kepada pemegang saham.
Direktur Keuangan CLEO, Lukas Setio Wongso, mengatakan RUPS menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 untuk dibagikan sebagai dividen tunai sebesar Rp60 miliar. Nilai tersebut setara dengan Rp2,5 per saham.
“Salah keputusan RUPS menyetujui penggunaan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan untuk tahun 2025 bagi dividen dengan total sebesar Rp60 miliar atau Rp2,5 per lembar saham,” ucap Lukas dalam Paparan Publik di Jakarta, 22 Juni 2026.
Baca juga: Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar usai Cetak Laba Bersih Rp71 Miliar
Lukas menjelaskan, laba bersih perseroan pada 2025 tercatat sebesar Rp390 miliar atau mengalami penurunan 17,8 persen dari tahun sebelumnya. Hal itu dipicu oleh kenaikan biaya produksi dan biaya-biaya yang terkait dengan ekspansi usaha.
Meski demikian pada tahun lalu, CLEO masih mencatatkan pertumbuhan penjualan konsolidasi sekitar 4,8 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp2,83 triliun dari Rp2,7 triliun, yang utamanya didorong oleh segmen botol.
Sementara hingga kuartal I 2026, CLEO mencatat kinerja yang positif di tengah persaingan industri yang ketat dan perubahan perilaku konsumen yang terus berkembang.
CLEO membukukan penjualan Rp774 miliar di tiga bulan pertama tahun 2026 atau tumbuh sebesar 16 persen yoy.
Baca juga: Adi Sarana Armada (ASSA) Bagikan Dividen 44 Persen dari Laba Bersih 2025
“Pertumbuhan ini ditopang oleh segmen botol maupun non-botol, yang masing-masing bertumbuh sebesar 17 persen dan 16 persen,” imbuhnya.
Adapun dari sisi laba kotor juga meningkat 11 persen, didukung oleh kenaikan volume penjualan dan peningkatan efisiensi operasional.
Sejalan dengan petumbuhan penjualan tersebut, laba bersih perseroan berhasil terkerek 5 persen. Ini mencerminkan perbaikan profitabilitas yang berkelanjutan di tengah ekspansi bisnis yang masih berlangsung. (*)
Editor: Galih Pratama


