Poin Penting:
- Perusahaan otomotif Jepang dikabarkan berencana memindahkan investasi dari Jawa Timur ke Vietnam dengan fokus kendaraan listrik.
- Pemerintah dan serikat buruh memperkuat mitigasi untuk mencegah gelombang PHK di tengah tekanan ekonomi global.
- Sekitar 6.500 pekerja di Mojokerto dan Bandung telah teridentifikasi berisiko terdampak PHK berdasarkan temuan awal.
Jakarta – Ribuan pekerja di industri komponen otomotif Jawa Timur terancam kehilangan pekerjaan setelah prinsipal perusahaan otomotif Jepang dikabarkan berencana memindahkan investasi dari Indonesia ke Vietnam. Rencana relokasi tersebut disebut terjadi di tengah tekanan ekonomi global yang dipicu konflik geopolitik berkepanjangan serta pergeseran fokus industri ke kendaraan listrik.
Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan indikasi tersebut ditemukan saat pemerintah bersama serikat buruh melakukan pemetaan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai daerah.
Menurutnya, situasi global yang memburuk mendorong pemerintah memperkuat langkah mitigasi untuk mencegah gelombang PHK massal di sektor-sektor terdampak, termasuk industri otomotif berbasis ekspor dan impor.
Baca juga: Indonesia-Vietnam Perkuat Kerja Sama Pertahanan
Antisipasi Potensi PHK di Berbagai Perusahaan
Said Iqbal menegaskan, pemerintah bersama serikat buruh kini meningkatkan koordinasi untuk mengantisipasi potensi PHK yang muncul di berbagai perusahaan.
“Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari amanat Presiden Prabowo Subianto agar dilakukan mitigasi terhadap berbagai persoalan yang berpotensi timbul di perusahaan-perusahaan sebagai dampak situasi global yang terus memburuk,” katanya, dikutip Antara, Senin (22/6).
Ia menyebut, mandat dari Presiden membuat dirinya turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemetaan risiko ketenagakerjaan di sejumlah wilayah industri.
“Amanat Presiden kepada saya adalah memitigasi persoalan yang mungkin timbul di perusahaan. Karena itu, saya bergerak cepat turun ke lapangan,” kata Said.
Baca juga: Pemerintah Janji Tak Akan PHK 237.196 Guru Non-ASN
Ia menambahkan, proses mitigasi dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Ketenagakerjaan serta komunikasi dengan pelaku usaha.
“Mitigasi yang saya lakukan adalah berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan. Saya tidak bisa mengambil eksekusi, tetapi melakukan analisis dan memberikan saran,” ujarnya.
Ribuan Pekerja di Jatim hingga Bandung Terancam PHK
Dari hasil pemantauan, Said menemukan sejumlah potensi PHK di beberapa wilayah industri, termasuk Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jakarta.
Di Mojokerto, sekitar 2.500 pekerja PT Pakerin disebut terancam PHK. Sementara itu, di Bandung, sekitar 4.000 pekerja PT Fengtai juga menghadapi risiko serupa.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut tidak lepas dari dampak konflik global yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, yang menekan aktivitas perdagangan internasional.
“Hasil temuan tersebut memang benar. Akibat perang Iran melawan Amerika dan Israel yang menimbulkan ketidakpastian ekonomi dunia, sangat memengaruhi perusahaan yang berorientasi ekspor dan perusahaan yang bahan bakunya berasal dari impor. Permintaan barang dari luar negeri menurun sehingga produksi perusahaan ikut menurun,” katanya.
Baca juga: Pelemahan Rupiah Bisa Picu PHK Massal, Begini Respons Menaker
Perusahaan Otomotif Jepang Beralih ke Vietnam dan Mobil Listrik
Selain sektor manufaktur umum, Said juga mengungkap adanya potensi ancaman bagi dua perusahaan komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur.
Ia menyebut, terdapat informasi awal bahwa prinsipal asal Jepang dari perusahaan otomotif Jepang mulai mempertimbangkan relokasi investasi ke negara lain, dengan fokus pada pengembangan kendaraan listrik di Vietnam.
“Informasi awal menunjukkan situasi perang yang berkepanjangan membuat prinsipal dari Jepang berencana memindahkan investasinya ke negara lain dan lebih berfokus pada pengembangan mobil listrik di Vietnam,” ujarnya.
Baca juga: Izin Dicabut, Toba Pulp Lestari PHK Karyawan Mulai 12 Mei 2026
Jika rencana tersebut terealisasi, maka posisi Jawa Timur sebagai salah satu basis industri komponen otomotif berpotensi melemah, sekaligus meningkatkan risiko PHK di sektor padat karya tersebut.
Pemerintah saat ini terus melakukan koordinasi dengan serikat pekerja dan pelaku industri untuk merumuskan langkah mitigasi agar dampak relokasi perusahaan otomotif Jepang tidak meluas dan menekan stabilitas ketenagakerjaan nasional. (*)
Editor: Yulian Saputra


