OJK Apresiasi Antusiasme Masyarakat
Dalam pernyataannya Kepala OJK Kalsel, Agus Maiyo, menyampaikan apresiasinya atas tingginya partisipasi masyarakat selama dua hari pelaksanaan kegiatan.
“Antusiasme masyarakat Banjarmasin sangat luar biasa, Keberhasilan penyelenggaraan ini menjadi tolak ukur sekaligus standar bagi pelaksanaan SYAFIF di kota-kota berikutnya,” ujarnya.
Baca juga: Kolaborasi Industri Dorong Akselerasi Ekonomi Syariah Nasional
Ketua Organizing Committee Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah OJK, Arjanto menilai, SYAFIF menjadi bagian dari gerakan bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah.
“SYAFIF dan EKSiS tidak hanya menjadi ajang promosi industri keuangan syariah, tetapi juga merupakan gerakan bersama dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia. Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga penyelenggaraan perdana tahun ini berlangsung sukses,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Asbisindo sekaligus ketua Penyelenggara ExPo iB Marcomm Organizing Commitee Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah OJK, Nur Trismantara, menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan di Banjarmasin merupakan hasil sinergi yang kuat antara regulator, industri jasa keuangan syariah, pemerintah daerah, dan berbagai mitra strategis.
Berlanjut ke Empat Kota Besar
Setelah sukses digelar di Banjarmasin, rangkaian SYAFIF 2026 akan berlanjut ke empat kota lainnya, yaitu Jakarta, Semarang, Makassar, dan Aceh.
Di setiap kota, masyarakat akan disuguhkan berbagai program edukasi, expo industri keuangan syariah, seminar, workshop bagi pelaku UMKM, kompetisi, hiburan, hingga aktivitas interaktif bagi pelajar, mahasiswa, komunitas, dan keluarga.
Berbagai hadiah menarik juga telah disiapkan, termasuk grand prize yang akan diundi pada setiap penyelenggaraan.
Baca juga: BSI dan UI Sinergi Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah ke Mahasiswa Asing
Melalui penyelenggaraan SYAFIF 2026, OJK bersama ASBISINDO berharap literasi dan inklusi keuangan syariah terus meningkat, sehingga semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan keuangan syariah sebagai bagian dari upaya mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing. (*)


