Poin Penting
- Banjarmasin menjadi kota pembuka rangkaian nasional SYAFIF 2026 dan EKSiS 2026.
- Sebanyak 4.067 pengunjung menghadiri acara dengan total inklusi keuangan syariah mencapai Rp2,7 triliun.
- OJK dan ASBISINDO menargetkan peningkatan literasi serta inklusi keuangan syariah melalui penyelenggaraan di lima kota.
Banjarmasin – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama iB Marcomm ASBISINDO sukses membuka rangkaian Syariah Financial Fair (SYAFIF) 2026 dan Expo Keuangan & Seminar Syariah (EKSiS) 2026 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Dipilih sebagai kota pembuka penyelenggaraan nasional, Banjarmasin menjadi titik awal penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah yang akan dilaksanakan di lima kota besar di Indonesia sepanjang 2026.
Baca juga: Begini Cara OJK Perkuat Literasi Keuangan Nasional dan Dorong Ekosistem Syariah
Selama dua hari penyelenggaraan, SYAFIF 2026 berhasil menarik lebih dari 4.000 pengunjung dari berbagai kalangan masyarakat. Tingginya antusiasme tersebut menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap layanan dan produk keuangan syariah sekaligus memperkuat optimisme terhadap pertumbuhan industri keuangan syariah nasional.
Industri Keuangan Syariah Hadirkan Beragam Layanan
Sebanyak 16 Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Syariah dan mitra ekosistem industri turut berpartisipasi dalam pameran tersebut.
Peserta di antaranya Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Kalsel Syariah, Bank Syariah Nasional (BSN), Bank Muamalat, Permata Syariah, CIMB Niaga Syariah, Maybank Syariah, Nanobank Syariah, BPRS Barkah Gamadana, serta berbagai lembaga pendukung seperti Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan lembaga pengelola zakat.
Kehadiran para peserta memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat berbagai produk, layanan, serta program unggulan keuangan syariah yang inovatif dan sesuai kebutuhan.
Baca juga: SYAFIF 2026 Digelar di 5 Kota, Perluas Literasi dan Kolaborasi Industri Keuangan Syariah
Tidak hanya menghadirkan pameran layanan keuangan, SYAFIF 2026 juga dikemas sebagai ajang edukasi yang interaktif dan menghibur.
Beragam kegiatan seperti seminar literasi keuangan, permainan edukatif, kompetisi, hingga Fun Cerdas Cermat Keuangan Syariah menjadi magnet tersendiri, khususnya bagi kalangan pelajar, mahasiswa, dan generasi muda.
Melalui berbagai aktivitas tersebut, peserta diajak memahami prinsip-prinsip keuangan syariah secara menyenangkan sekaligus meningkatkan literasi finansial sejak dini.
Suasana pameran semakin semarak dengan berbagai program promosi dan penawaran menarik dari para peserta, mulai dari pembukaan rekening, pembiayaan, investasi syariah, hingga berbagai hadiah langsung yang menjadi daya tarik bagi para pengunjung.
Dalam 2 hari penyelenggaraan SYAFIF sendiri mencatat 4.067 pengunjung, dengan Total Inklusi Keuangan Syariah Rp2,707,615,686,630 (NoA 28,576).
Baca juga: Penyaluran KUR Tembus Rp149 Triliun, Porsi Pembiayaan Syariah Baru 5,7 Persen
Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan SYAFIF 2026 yang dinilai mampu mendukung peningkatan literasi keuangan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di daerah.
Syafif Banjarmasin sendiri dihadiri oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin, Muhammad Ikhsan Alhak, Kepala OJK Kalsel, Agus Maiyo, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, Haris Munandar; Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalsel, Prof. Dr. H. Ridhahani Fidzi, M.Pd, dan para pimpinan industri jasa keuangan syariah di Kalsel.
OJK Apresiasi Antusiasme Masyarakat
Dalam pernyataannya Kepala OJK Kalsel, Agus Maiyo, menyampaikan apresiasinya atas tingginya partisipasi masyarakat selama dua hari pelaksanaan kegiatan.
“Antusiasme masyarakat Banjarmasin sangat luar biasa, Keberhasilan penyelenggaraan ini menjadi tolak ukur sekaligus standar bagi pelaksanaan SYAFIF di kota-kota berikutnya,” ujarnya.
Baca juga: Kolaborasi Industri Dorong Akselerasi Ekonomi Syariah Nasional
Ketua Organizing Committee Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah OJK, Arjanto menilai, SYAFIF menjadi bagian dari gerakan bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah.
“SYAFIF dan EKSiS tidak hanya menjadi ajang promosi industri keuangan syariah, tetapi juga merupakan gerakan bersama dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia. Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga penyelenggaraan perdana tahun ini berlangsung sukses,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Asbisindo sekaligus ketua Penyelenggara ExPo iB Marcomm Organizing Commitee Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah OJK, Nur Trismantara, menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan di Banjarmasin merupakan hasil sinergi yang kuat antara regulator, industri jasa keuangan syariah, pemerintah daerah, dan berbagai mitra strategis.
Berlanjut ke Empat Kota Besar
Setelah sukses digelar di Banjarmasin, rangkaian SYAFIF 2026 akan berlanjut ke empat kota lainnya, yaitu Jakarta, Semarang, Makassar, dan Aceh.
Di setiap kota, masyarakat akan disuguhkan berbagai program edukasi, expo industri keuangan syariah, seminar, workshop bagi pelaku UMKM, kompetisi, hiburan, hingga aktivitas interaktif bagi pelajar, mahasiswa, komunitas, dan keluarga.
Berbagai hadiah menarik juga telah disiapkan, termasuk grand prize yang akan diundi pada setiap penyelenggaraan.
Baca juga: BSI dan UI Sinergi Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah ke Mahasiswa Asing
Melalui penyelenggaraan SYAFIF 2026, OJK bersama ASBISINDO berharap literasi dan inklusi keuangan syariah terus meningkat, sehingga semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan keuangan syariah sebagai bagian dari upaya mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing. (*)


