Poin Penting
- Piutang pembiayaan multifinance tumbuh 1,71 persen yoy menjadi Rp513,19 triliun pada Mei 2026, ditopang kenaikan pembiayaan modal kerja sebesar 7,96 persen
- NPF Gross multifinance naik menjadi 3,06 persen, sementara NPF nett tetap terjaga di level 0,85 persen dan gearing ratio berada di 2,14 kali
- OJK mencatat outstanding pinjaman daring naik 25,60 persen menjadi Rp103,73 triliun, sedangkan pembiayaan pergadaian melonjak 57,97 persen menjadi Rp163,27 triliun.
Jakarta – Industri pembiayaan (multifinance) mencatatkan kinerja positif hingga Mei 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan piutang pembiayaan multifinance tumbuh 1,71 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp513,19 triliun.
“(Pertumbuhan ini) terutama didukung oleh peningkatan pembiayaan modal kerja sebesar 7,96 persen,” ungkap Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML), dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, Selasa, 7 Juli 2026.
NPF Naik
Di tengah pertumbuhan tersebut, kualitas pembiayaan masih menjadi perhatian. OJK mencatat rasio Non-Performing Financing (NPF) gross meningkat menjadi 3,06 persen, atau naik 49 basis poin dibandingkan Mei 2025 yang sebesar 2,57 persen.
Baca juga: OJK: Pembiayaan Kendaraan Bermotor Tumbuh, Multifinance Masih Dibayangi Tantangan Ekonomi
Meski demikian, NPF nett masih terjaga di level 0,85 persen. Sementara itu, gearing ratio industri tercatat sebesar 2,14 kali, jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan OJK sebesar 10 kali.
Sementara pada sektor perusahaan modal ventura, pertumbuhan pembiayaan tercatat relatif terbatas. Hingga Mei 2026, pembiayaan modal ventura tumbuh 0,09 persen (yoy) menjadi Rp16,36 triliun.
“Pada industri pinjaman daring, outstanding pembiayaan pada Mei 2026 tumbuh 25,60 persen, dengan nominal sebesar Rp103,73 triliun. Tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90) tercatat di posisi 4,42 persen,” lanjut Agusman.
Baca juga: Laba Industri Pindar Turun 21,68 Persen di Maret 2026, Ini Biang Keroknya
Adapun industri pergadaian mencatatkan pertumbuhan paling tinggi. Penyaluran pembiayaan melonjak 57,97 persen (yoy) menjadi Rp163,27 triliun, dibandingkan posisi Mei 2025 sebesar Rp103,36 triliun.
“Pembiayaan terbesar disalurkan dalam bentuk produk gadai, yaitu sebesar Rp137,20 triliun atau 84,03 persen dari total pembiayaan gadai,” tukasnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso


