Poin Penting
- BAF mencatat pembiayaan baru Rp11,46 triliun pada 2025, tumbuh 3,70 persen di tengah tekanan industri otomotif
- Laba bersih BAF melonjak 36,14 persen menjadi Rp413,47 miliar didorong efisiensi operasional
- Pembiayaan hijau BAF mencapai Rp4,21 triliun atau 30,89 persen dari total portofolio pembiayaan.
Jakarta – Industri otomotif nasional sepanjang 2025 masih dibayangi tekanan akibat daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Kondisi tersebut turut memengaruhi industri pembiayaan, yang harus menjaga pertumbuhan bisnis di tengah tantangan kualitas aset dan ketatnya persaingan.
Di tengah situasi itu, PT Bussan Auto Finance (BAF) tetap mampu mencatatkan pertumbuhan pembiayaan baru. Perusahaan menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp11,46 triliun sepanjang 2025, meningkat 3,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut menunjukkan bahwa permintaan pembiayaan kendaraan, khususnya sepeda motor, masih terjaga meski pasar otomotif belum sepenuhnya pulih.
Pembiayaan sepeda motor baru Yamaha masih menjadi penopang utama bisnis BAF dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap total pembiayaan baru.
Baca juga: Kredit Nganggur di Atas 20 Persen, BI Minta Bank Swasta Ekspansif Salurkan Pembiayaan
Presiden Direktur BAF, Koji Kato, mengatakan pertumbuhan tersebut dicapai melalui penerapan strategi yang konsisten, penguatan manajemen risiko, serta peningkatan kualitas layanan kepada konsumen.
“Meski industri masih menghadapi berbagai dinamika, BAF tetap mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan dan bisnis sepanjang 2025. Pencapaian ini merupakan hasil dari konsistensi strategi, penguatan manajemen risiko, serta peningkatan kualitas layanan kepada konsumen,” ujar Koji dalam keterangannya, dikutip Selasa (19/5).
Pertumbuhan pembiayaan turut mendorong pendapatan BAF naik 1,96 persen secara tahunan menjadi Rp4,78 triliun. Sementara itu, efisiensi operasional yang dijalankan perseroan berhasil menekan beban operasional 1,10 persen menjadi Rp4,25 triliun.
Dengan kombinasi tersebut, laba bersih BAF melonjak 36,14 persen menjadi Rp413,47 miliar. Kenaikan laba yang jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan pembiayaan menunjukkan efektivitas perusahaan dalam menjaga kualitas portofolio dan meningkatkan efisiensi bisnis.
Sebagai perusahaan pembiayaan yang berafiliasi dengan Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, BAF terus memperkuat perannya sebagai captive finance Yamaha.
Kolaborasi dengan produsen sepeda motor tersebut dilakukan melalui pengembangan program pembiayaan, peningkatan proses bisnis, hingga dukungan bagi jaringan dealer di seluruh Indonesia.
“Kerja sama jangka panjang dengan Yamaha merupakan fondasi utama BAF. Tahun ini, kami berkomitmen untuk semakin memperkuat kolaborasi tersebut agar dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi konsumen sekaligus mendukung kinerja dealer Yamaha di seluruh Indonesia,” kata Koji.
Memasuki 2026, BAF memperkirakan tantangan industri pembiayaan masih akan berlanjut seiring belum pulihnya daya beli masyarakat secara merata. Namun, perusahaan tetap optimistis dapat menjaga pertumbuhan melalui penguatan bisnis inti dan diversifikasi portofolio, termasuk melalui lini pembiayaan syariah.
Baca juga: Si Classy Makin Gesit di Jalanan, Ajukan Grand Filano Series di BAF
Pembiayaan Berkelanjutan
Selain fokus pada pertumbuhan bisnis, BAF juga meningkatkan kontribusi terhadap pembiayaan berkelanjutan.
Hingga akhir 2025, pembiayaan produktif untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp1,71 triliun atau setara 12,55 persen dari total portofolio pembiayaan.
Di sisi lain, pembiayaan kendaraan ramah lingkungan tercatat sebesar Rp2,50 triliun atau 18,34 persen dari total portofolio. Dengan demikian, total pembiayaan hijau yang disalurkan BAF mencapai Rp4,21 triliun atau sekitar 30,89 persen dari keseluruhan portofolio pembiayaan. (*) Alfi Salima Puteri


