Poin Penting
- Bitcoin turun 3,48 persen ke USD71.300, sementara kapitalisasi pasar kripto menyusut 2,60 persen menjadi USD2,41 triliun.
- Eskalasi konflik Timur Tengah memicu sentimen risk-off yang menekan harga Bitcoin ke level terendah hampir dua bulan.
- Arus keluar ETF Bitcoin Spot sebesar USD2,43 miliar dan ekspektasi suku bunga tinggi The Fed turut membebani pasar kripto.
Jakarta – Pasar aset kripto masih berada dalam tekanan pada awal Juni 2026. Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin (BTC) terkoreksi 3,48 persen ke level USD71.300 atau sekitar Rp1,27 miliar.
Dominasi pasar BTC (BTC.D) tercatat berada di level 59,25 persen. Sementara itu, total kapitalisasi pasar aset kripto turun 2,60 persen menjadi USD2,41 triliun.
Financial Expert Ajaib, Panji Yudha, mengatakan tekanan jual di pasar kripto dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
“Keputusan Iran menangguhkan negosiasi gencatan senjata dengan AS dan ancaman blokade Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak Brent lebih dari 8 persen ke USD94 per barel,” ujar Panji dalam risetnya di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.
Baca juga: DJP Kantongi Rp52,04 Triliun dari Pajak Kripto hingga Pindar
Menurutnya, sentimen risk-off langsung menyapu pasar keuangan dan mendorong harga Bitcoin turun hingga menyentuh level terendah dalam hampir dua bulan, yakni di kisaran USD71.000.
Mei jadi Bulan Berat bagi Aset Kripto
Panji menilai Mei 2026 menjadi periode yang cukup menantang bagi pasar aset digital. Berdasarkan data yang dihimpunnya, Bitcoin mencatatkan imbal hasil bulanan negatif sebesar 3,41 persen.
“Melihat kilas balik ke belakang, bulan Mei 2026 tercatat sebagai bulan yang berat bagi pergerakan aset kripto. Berdasarkan data BTC mencatatkan imbal hasil bulanan negatif sebesar 3,41 persen,” imbuhnya.
Baca juga: Transaksi Kripto Turun jadi Rp22,24 Triliun di Maret 2026
Sepanjang Mei, Bitcoin bergerak dalam rentang volatilitas yang cukup lebar. Aset kripto terbesar di dunia itu sempat menyentuh level tertinggi USD82.790 sebelum akhirnya ditutup melemah di posisi USD73.579.
Outflow ETF dan Suku Bunga The Fed Tekan Pasar
Tekanan terhadap harga Bitcoin juga dipengaruhi keluarnya dana dari ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat. Sepanjang Mei 2026, instrumen tersebut mencatat net outflow sebesar USD2,43 miliar.
Arus keluar dana terbesar terjadi pada pekan terakhir Mei dengan nilai mencapai USD1,42 miliar. Kondisi ini dipicu ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi.
Baca juga: Mitigasi Penipuan, Platform Aset Kripto Catcrs Luncurkan Program “Mulai dengan Aman”
Probabilitas The Fed menahan suku bunga pada pertemuan Juni tercatat mencapai 98,81 persen, sehingga mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk kripto.
Untuk perdagangan hari ini, Bitcoin diperkirakan bergerak pada rentang USD71.000 hingga USD73.000. Sementara itu, Ethereum berpotensi diperdagangkan di kisaran USD1.950 hingga USD2.150. (*)
Editor: Yulian Saputra


