Poin Penting
- ASLC membagikan dividen Rp12,7 miliar atau Rp1 per saham dari laba bersih 2025 sebesar Rp45 miliar
- Pendapatan ASLC kuartal I 2026 naik 27,5 persen yoy menjadi Rp283,6 miliar, dengan laba bersih Rp7,4 miliar
- Caroline.id menjadi kontributor utama pendapatan, sementara RUPST juga menyetujui buyback saham hingga 10 persen.
Jakarta – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) sepakat membagikan dividen Rp12,7 miliar atau setara Rp1 per saham. Keputusan tersebut berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa, 19 Mei 2026 di Jakarta.
Dividen ASLC tersebut diambil sekitar 28,25 persen dari capaian laba bersih tahun buku 2025 yang senilai Rp45 miliar.
Presiden Direktur ASLC, Jany Candra, mengatakan pembagian tersebut berdasarkan hasil kinerja positif sepanjang 2025. Kinerja positif tersebut berlanjut hingga kuartal I 2026. ASLC mencatatkan pendapatan sebesar Rp283,6 miliar atau meningkat 27,5 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy), dengan perolehan laba bersih Rp7,4 miliar di Maret 2026.
Baca juga: ASLC Bukukan Pendapatan Rp283,6 Miliar di Kuartal I 2026, Tumbuh 27 Persen
“Baik di sepanjang 2025 maupun pada kuartal pertama 2026, Caroline.id menjadi kontributor utama terhadap pendapatan perseroan,” ucap Jany dalam Konferensi Pers di Jakarta, 19 Mei 2026.
Rinciannya, kontribusi bisnis retail mobil bekas melalui Caroline.id terhadap pendapatan ASLC pada 2025 tercatat mencapai 72,8 persen. Angka tersebut meningkat pada kuartal I 2026 menjadi 82,7 persen dari total pendapatan perseroan.
Di sisi lain, lini bisnis lelang melalui JBA turut mencatatkan kinerja positif dengan pendapatan sebesar Rp50 miliar atau berkontribusi sekitar 29 persen terhadap total pendapatan perseroan pada kuartal I 2026.
Baca juga: RUPST Semen Baturaja Sepakat Tebar Dividen Rp34,38 Miliar
Sementara itu, unit bisnis pegadaian MotoGadai membukukan pendapatan sekitar Rp500 juta dengan kontribusi sebesar 0,2 persen terhadap total pendapatan perusahaan pada periode yang sama.
Dalam RUPST, pemegang saham juga menyetujui aksi pembelian kembali (buyback) saham sebanyak-banyaknya 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Langkah tersebut dilakukan antara lain untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham ASLC. (*)
Editor: Galih Pratama


