Poin Penting
- Nilai perdagangan Indonesia-China mencapai 101 miliar dolar AS hingga semester I 2026 dengan surplus Indonesia 5,6 miliar dolar AS.
- Investasi China ke Indonesia mendekati 10 miliar dolar AS hingga Juni 2026.
- Apindo mendorong kolaborasi pendidikan dan peningkatan keterampilan SDM untuk mendukung investasi teknologi tinggi.
Jakarta – Hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan China terus meningkat. Berdasarkan data Kepabeanan China, nilai perdagangan kedua negara mencapai sekitar 168 miliar dolar AS pada 2025.
Sementara itu, hingga Juni 2026, nilai perdagangan Indonesia-China telah mencapai 101 miliar dolar AS. Pada periode tersebut, Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar 5,6 miliar dolar AS.
Di sisi investasi, nilai investasi China ke Indonesia telah mendekati 10 miliar dolar AS hingga Juni 2026.
Terkait hal itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W. Kamdani mengungkapkan, pihaknya bersama para pengusaha Indonesia siap memperkuat kerja sama dan menjalin kemitraan dengan perusahaan-perusahaan asal China.
“China adalah mitra dagang dan investasi yang besar buat Indonesia dan menurut pandangan kami, peluang yang ada untuk terus membawa lebih banyak lagi investor China ke Indonesia ini sangat-sangat besar,” ucap Shinta selepas acara “Kunjungan Kehormatan Delegasi Bisnis RRT serta Duta Besar RI untuk RRT” di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.
Baca juga: Airlangga Ungkap Strategi RI Perkuat Dagang dengan China, Dorong Investasi Berkualitas
Menurutnya, kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan China yang telah berjalan perlu terus dikawal keberlanjutannya. Hal itu dilakukan dengan mengidentifikasi berbagai tantangan sekaligus peluang yang ada.
Pendidikan Jadi Kunci Penguatan SDM
Shinta menambahkan, peningkatan keterampilan sumber daya manusia (SDM) menjadi aspek penting di tengah perkembangan investasi berbasis teknologi tinggi.
Ia mendorong peningkatan keterampilan SDM dalam negeri melalui kolaborasi bilateral Indonesia-China. Dengan demikian, tenaga kerja Indonesia diharapkan semakin siap menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.
Baca juga: Pemerintah Rayu China Garap Data Center RI, Potensi Pasarnya Fantastis
“Oleh karenanya, tadi juga ada dari institut yang khusus semikonduktor, karena ini suatu area yang kita gunakan di Indonesia. Jadi, peluang untuk kerja sama tadi juga ada datang dari perwakilan ITB. Jadi, banyak sekali nanti kerja sama dari segi pendidikan,” jelas Shinta. (*) Steven Widjaja


