Poin Penting
- Amar Bank membukukan laba bersih Rp71,12 miliar pada kuartal I 2026, tumbuh 5,36 persen dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah perseroan.
- RUPST menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp110,1 miliar atau Rp6,11 per saham.
- Pertumbuhan kredit bruto mencapai 30,62 persen menjadi Rp4,16 triliun, sementara platform Tunaiku telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp19 triliun kepada lebih dari 500.000 UMKM.
Jakarta – PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank) kembali mencatatkan kinerja positif pada kuartal I 2026. Bank digital yang fokus pada segmen ritel dan UMKM tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp71,12 miliar, tumbuh 5,36 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), sekaligus menjadi laba tertinggi sepanjang sejarah perseroan.
Dengan hasil positif tersebut, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Amar Bank memutuskan untuk kembali membagikan dividen tunai sebesar Rp110,1 miliar atau Rp6,11 per lembar saham pada tahun ini.
Lonjakan profitabilitas Amar Bank ditopang oleh penguatan penyaluran kredit bruto yang tumbuh 30,62 persen secara tahunan menjadi Rp4,16 triliun, melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional. Seiring aktivitas penyaluran pembiayaan yang masif tersebut, total aset perseroan ikut bergerak naik 34,72 persen secara tahunan ke Rp6,93 triliun.
“Pertumbuhan kredit kami yang berhasil melampaui rata-rata industri menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap solusi keuangan digital yang kami hadirkan,” ujar Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian dalam keterangan resmi, Kamis, 18 Juni 2026.
Baca juga: Amar Bank Mau Gelar RUPST 18 Juni 2026, Intip Agendannya
Vishal menambahkan, momentum positif itu sekaligus memotivasi pihaknya untuk terus berinovasi dan tumbuh secara berkelanjutan, memastikan bahwa setiap pencapaian membawa dampak nyata bagi inklusi keuangan di Indonesia.
Pendapatan dan Kualitas Kredit Membaik
Di sisi lain, kinerja pendapatan Amar Bank yang solid pada kuartal pertama ini juga didorong oleh perluasan pangsa pasar di segmen-segmen dengan imbal hasil tinggi (high-yielding). Perseroan mencatat pendapatan operasional meningkat 13,82 persen secara tahunan menjadi Rp527,76 miIiar.
Sementara pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) tumbuh 15,58 persen menjadi Rp 370,20 miIiar.
“Kombinasi pertumbuhan kredit dua digit dan ekspansi margin ini menegaskan model bisnis bank yang terukur (scalable) dan menguntungkan dalam menyongsong sisa tahun ini,” sebut SVP Finance Amar Bank, David Wirawan saat paparan publik di Jakarta, Kamis (18/6).
Pertumbuhan laba dan kredit Amar Bank juga beriringan dengan tata kelola bisnis yang baik. Hal itu dapat dilihat dari non-performing loan (NPL) net yang turun ke 0,86 persen, dibandingkan periode serupa pada 2025 yang sebesar 1,48 persen.
“Penurunan ini membuktikan kualitas mitigasi risiko perseroan yang berada di level terbaik melalui disiplin risiko serta proses analisis portofolio kredit yang ketat,” ucap David.
Baca juga: Amar Bank Bukukan Laba Rp71,12 Miliar di Kuartal I 2026
Sedangkan rasio CAR terpantau kuat di level 99,17 persen dan DPK tumbuh hingga 115,46 persen ke Rp2,9 triliun. Lebih lanjut, perseroan menjelaskan berbagai strategi di 2026 untuk mendorong pertumbuhan positif.
Strategi tersebut difokuskan pada inovasi teknologi guna mengakselerasi pertumbuhan segmen ritel dan UMKM, mendorong pertumbuhan berbasis ekosistem lewat layanan embedded banking, serta memperluas dukungan terhadap sektor-sektor potensial seperti industri kreatif.
Tunaiku Terus Bertumbuh
Hingga kuartal I 2026, segmen ritel dan UMKM yang ditopang oleh platform Tunaiku berhasil mempertahankan tren positif dengan akumulasi penyaluran pembiayaan (disbursement) menembus lebih dari Rp19 triliun sejak tahun 2014 dan menjangkau lebih dari 500.000 pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
Pertumbuhan eksponensial basis nasabah baru Amar Bank kini didorong oleh strategi inovatif embedded banking lewat skema kemitraan B2B2C, yang memungkinkan platform digital pihak ketiga bertindak sebagai kanal distribusi langsung produk perbankan secara Plug-and-Play.
Baca juga: Survei Amar Bank Sebut 87 Persen Responden Alami Kenaikan Pengeluaran di Periode Lebaran
Layanan Digital Perbankan dengan solusi embedded banking menjadi media akuisisi nasabah dalam mendukung strategi pertumbuhan bagi Amar Bank. Solusi embedded banking dengan mitra B2B telah mendatangkan hingga 10.000 nasabah baru dengan pengguna aktif sebesar 41,09 persen.
“Ke depan, dengan infrastruktur digital berbasis cloud dan AI, kami akan terus memperluas layanan perbankan digital di sektor e-commerce, logistik, ride-hailing, fintech, hingga industri kreatif,” tukas Direktur Informasi Teknologi dan Operasional Amar Bank, Kevin Kane.
Sebagai bagian dari perluasan ke sektor yang potensial, Amar Bank juga berperan aktif sebagai sponsor utama dalam ajang perfilman bergengsi JAFF Market tahun lalu. (*) Steven Widjaja


