Poin Penting
- OJK mencatat rasio BOPO industri multifinance turun menjadi 79,21 persen pada April 2026 dari 80,25 persen pada April 2025.
- Penurunan BOPO mencerminkan peningkatan efisiensi operasional dan pengelolaan biaya yang lebih optimal oleh perusahaan multifinance.
- OJK mendorong pelaku industri memperkuat efisiensi, menjaga kualitas pembiayaan, dan mengoptimalkan teknologi digital untuk meningkatkan profitabilitas secara berkelanjutan.
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingkat efisiensi industri multifinance menunjukkan perbaikan pada April 2026. Hal tersebut tecermin dari rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang turun secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro (LKM), dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (LJK) OJK, Agusman mengatakan, rasio BOPO industri multifinance pada April 2026 tercatat sebesar 79,21 persen, lebih rendah dibandingkan April 2025 yang mencapai 80,25 persen.
“BOPO industri multifinance pada April 2026 menurun secara yoy menjadi sebesar 79,21 persen dibandingkan April 2025 yang sebesar 80,25 persen,” kata Agusman, dalam keterangannya, dikutip Kamis, 18 Juni 2026.
Baca juga: Penjualan Mobil Tumbuh 55 Persen, Pembiayaan Multifinance Tembus Rp290,97 Triliun
Menurutnya, penurunan rasio tersebut menunjukkan adanya peningkatan efisiensi dalam operasional perusahaan pembiayaan. Semakin rendah rasio BOPO, semakin efisien perusahaan dalam mengelola biaya operasional untuk menghasilkan pendapatan.
Efisiensi Operasional Dorong Perbaikan Kinerja
Agusman menjelaskan, penurunan BOPO juga dipengaruhi oleh berbagai langkah efisiensi yang dilakukan pelaku industri multifinance, termasuk pengelolaan biaya operasional yang lebih optimal.
“Penurunan tersebut antara lain dipengaruhi oleh upaya efisiensi operasional serta pengelolaan biaya yang lebih optimal,” jelasnya.
Menurutnya, perbaikan efisiensi ini juga menjadi indikator penting dalam menjaga profitabilitas industri, terutama ketika perusahaan menghadapi tekanan dari biaya pendanaan, risiko pembiayaan, serta kebutuhan investasi teknologi.
Baca juga: Sektor Perdagangan Masih Dominasi Pembiayaan Multifinance, Piutang Rumah Tangga Melesat
Ke depan, kata dia, OJK terus mendorong perusahaan multifinance untuk meningkatkan efisiensi operasional agar rasio BOPO dapat terus membaik secara berkelanjutan.
Menurut Agusman, terdapat tiga fokus utama yang seyogyanya diperhatikan industri, yakni memperkuat efisiensi operasional, menjaga kualitas pembiayaan, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam proses bisnis.
“Perusahaan multifinance perlu terus memperkuat efisiensi operasional, menjaga kualitas pembiayaan, dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam proses bisnis guna mendukung penurunan BOPO secara berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


