Poin Penting
- PLN menyiagakan lebih dari 45 ribu personel di 2.275 titik siaga di seluruh Indonesia.
- Cadangan daya nasional mencapai 9 GW atau sekitar 21,1 persen dari proyeksi beban puncak.
- PLN juga memperkuat sistem kelistrikan berlapis di Istana Kepresidenan dan mempercepat pemulihan di Kalimantan serta Flores.
Jakarta – PT PLN (Persero) memperkuat kesiapan sistem kelistrikan nasional untuk mendukung seluruh rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo bersama jajaran direksi turun langsung mengawal kesiapan kelistrikan di berbagai wilayah Indonesia.
“Sejak awal Agustus, PLN sudah bergerak full. Kami sudah cek satu per satu, mulai dari pembangkit, gardu induk, jaringan transmisi, sampai jaringan distribusi dan jalur di sekitar lokasi kegiatan. Kami kerahkan seluruh kekuatan yang ada untuk memastikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI berjalan lancar,” kata Darmawan, dalam keterangannya, dikutip Minggu, 16 Agustus 2026.
Baca juga: Daftar Tarif Listrik PLN Terbaru Berlaku hingga September 2026
Darmawan juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Kabinet, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, serta Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara.
Menurutnya, dukungan dan koordinasi lintas kementerian serta lembaga menjadi faktor penting dalam memastikan kesiapan sistem kelistrikan nasional.
“Dukungan penuh dari Pemerintah membuat kami bisa bergerak lebih kuat. Kami ingin memastikan setiap titik yang mendukung upacara dan rangkaian peringatan kemerdekaan, baik di tingkat nasional maupun daerah, listriknya andal dan tercukupi,” katanya.
Beban Puncak Diproyeksi 42,6 GW
Secara nasional, PLN memproyeksikan beban puncak kelistrikan pada 17 Agustus 2026 mencapai 42,6 gigawatt (GW). Sementara daya mampu pembangkit mencapai 51,6 GW.
Dengan demikian, sistem kelistrikan nasional memiliki cadangan daya sebesar 9 GW atau sekitar 21,1 persen dari proyeksi beban puncak.
“Saat ini seluruh unit PLN dalam status siaga penuh. Lebih dari 45 ribu personel kami terjunkan di 2.275 titik siaga seluruh Indonesia. Semua bergerak dan semua fokus,” tegas Darmawan.
Baca juga: 79 Persen Target Tercapai, PLN Kebut Pengembangan 9,2 GW PLTA dan PLTM
Untuk memperkuat keandalan pasokan, PLN menyiagakan 1.517 unit genset, 559 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), serta 1.286 unit gardu bergerak.
PLN juga menyiapkan 75 unit kabel bergerak, 318 unit truk crane, 3.424 mobil operasional, dan 3.583 motor operasional untuk mempercepat penanganan gangguan di berbagai lokasi.
Pengamanan Listrik Berlapis di Istana
“Seluruh sumber daya dipersiapkan dengan matang di berbagai titik. Khusus untuk rangkaian kegiatan di Istana Kepresidenan, PLN menyiapkan sistem pengamanan kelistrikan berlapis hingga lima tingkat, yang meliputi pembangkit, penyulang, sistem digital Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), UPS, hingga genset,” tambahnya.
Darmawan menegaskan, kesiapsiagaan PLN tidak hanya difokuskan pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. PLN juga memastikan respons cepat terhadap berbagai gangguan kelistrikan di sejumlah wilayah.
Salah satunya adalah sistem kelistrikan Kalimantan yang sebelumnya mengalami gangguan pada sisi pembangkit dam kini berangsur pulih
“Untuk sistem Kalimantan yang sempat mengalami gangguan pembangkit, hari ini sudah berangsur pulih. Ada tambahan pasokan dari dua pembangkit sehingga sistem Kalimantan semakin kuat dan membaik, kami akan terus kawal,” kata Darmawan.


