Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Jaga Pertumbuhan
Lebih lanjut, untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada semester II 2026, Pemerintah telah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun.
Paket tersebut terdiri atas stimulus transportasi dan pariwisata sebesar Rp2,04 triliun, program magang dan vokasi sebesar Rp6,26 triliun, serta bantuan pangan sebesar Rp18,04 triliun.
Baca juga: Pemerintah Guyur Stimulus Ekonomi Rp26,34 T di Semester II 2026, Ini Rincian Programnya
Diversifikasi Energi dan Antisipasi El Nino
Dalam menghadapi berbagai risiko global ke depan, Airlangga menyampaikan, pemerintah terus memperkuat strategi diversifikasi sumber pasokan energi dan bahan baku. Pengalaman menghadapi pandemi Covid-19 dan konflik geopolitik menjadi pelajaran penting agar Indonesia tidak bergantung pada satu negara atau satu sumber pasokan.
Saat ini, ketergantungan impor minyak Indonesia dari kawasan Timur Tengah hanya sekitar 20 persen. Pemerintah juga telah menyiapkan alternatif pasokan dari berbagai negara lain, termasuk sejumlah negara di Afrika.
Baca juga: Stok Beras RI Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Mentan: El Nino Bukan Masalah
Selain itu, pemerintah juga terus mengantisipasi potensi dampak fenomena El Nino terhadap ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi pertanian dan kesiapan berbagai sarana pendukung. Salah satunya melalui program pompanisasi untuk menjaga ketersediaan air di wilayah pertanian yang berpotensi mengalami kekeringan.
“Ekonomi Indonesia dasarnya solid. Dan usahanya kuat. Jadi resilient. Makanya kita akan terus dorong agar selain resilience, nanti bisa memakmurkan masyarakatnya,” ujar Airlangga. (*)
Editor: Yulian Saputra


