Poin Penting
- Investasi Jepang di Indonesia mencapai 1,9 miliar dolar AS pada semester I 2026.
- Jepang menjadi investor terbesar keempat di Indonesia dengan kontribusi sekitar 6,2 persen terhadap total investasi asing.
- Pemerintah mencatat komitmen investasi Jepang senilai hingga 23,3 miliar dolar AS melalui sejumlah nota kesepahaman.
Jakarta – Investasi Jepang di Indonesia menunjukkan tren positif seiring meningkatnya kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional. Hingga semester I 2026, realisasi investasi dari Negeri Sakura mencapai 1,9 miliar dolar AS.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Jepang menjadi salah satu mitra ekonomi penting bagi Indonesia. Jepang juga tercatat sebagai investor terbesar keempat di Indonesia.
“Jepang merupakan salah satu mitra ekonomi penting bagi Indonesia. Jepang adalah investor terbesar keempat di Indonesia,” ujar Airlangga dalam sambutannya pada acara peletakan batu pertama J Trust Bank City Tower di Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2026.
Baca juga: Airlangga Bantah Ekonomi RI Lesu, Semester I Tumbuh 5,45 Persen
Menurutnya, investasi Jepang pada semester I tahun ini memberikan kontribusi sekitar 6,2 persen terhadap total investasi asing di Indonesia.
Komitmen Investasi Jepang Capai US$23,3 Miliar
Airlangga menjelaskan, komitmen investasi Jepang di Indonesia juga tecermin dalam pertemuan tingkat tinggi kedua negara.
Saat Presiden Prabowo Subianto menghadiri KTT Indonesia-Jepang di Tokyo pada Desember 2025, terdapat komitmen investasi melalui nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) senilai hingga 23,3 miliar dollar AS.
Ia juga menyoroti hasil survei Japan External Trade Organization (JETRO) mengenai prospek perusahaan Jepang di Indonesia. Berdasarkan survei tersebut, sekitar 70 persen perusahaan Jepang tercatat mampu menghasilkan keuntungan di Indonesia.
“Angka tersebut merupakan yang tertinggi di ASEAN. Karena itu, saya berterima kasih kepada JETRO yang terus mempromosikan Indonesia,” ujarnya.
Baca juga: Kabar Baik! Dua Perusahaan Otomotif Jepang Urung Pindah dari Jatim ke Vietnam
Hubungan Erat RI-Jepang
Sebelumnya, Direktur Promosi Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Tokyo, Cahyo Purnomo, mengungkapkan hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang telah terjalin erat selama lebih dari 60 tahun. Jepang juga konsisten menjadi salah satu mitra dagang dan investor terbesar bagi Indonesia.
Cahyo merinci, pada 2025, realisasi investasi langsung (FDI) Jepang mencapai 3,12 miliar dolar AS. Secara akumulasi, dalam lima tahun terakhir jumlahnya lebih dari USD18 miliar, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan 13,2 persen.
“Ketahanan ekonomi Indonesia juga menunjukkan performa yang sangat resilien di tengah dinamika global, di mana pada kuartal pertama tahun 2026 investasi langsung Indonesia tercatat mencapai 30,2 miliar dolar AS atau tumbuh sebesar 18,9 persen secara year on year,” lanjut Cahyo.
Baca juga: Bank Emas Beri Nilai Tambah Ekonomi, Airlangga Ungkap Potensinya
Menurutnya, Indonesia membutuhkan tambahan investasi sekitar 814,4 miliar dolar AS dalam lima tahun ke depan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 7-8 persen.
Momentum tersebut dinilai menjadi peluang strategis bagi industri teknologi tinggi Jepang untuk memperluas investasi di Indonesia, tidak hanya melalui kemitraan bisnis konvensional, tetapi juga kolaborasi berkelanjutan.
Pemerintah, lanjut Cahyo, terus memperkuat reformasi struktural melalui kemudahan perizinan berbasis risiko lewat OSS, pemberian insentif fiskal dan nonfiskal, serta penguatan standar industri sesuai kerangka ESG global. (*)
Editor: Yulian Saputra


