Poin Penting
- BCA memanfaatkan AI untuk meningkatkan aktivitas nasabah dan mendorong pertumbuhan CASA hingga Rp1,2 triliun per bulan.
- AI membantu mempercepat akuisisi nasabah, proses KYC, analisis kredit, serta meningkatkan efisiensi operasional perbankan.
- BNI mencatat pertumbuhan pengguna platform digital hingga 29 persen berkat pemanfaatan AI yang turut mendorong peningkatan pendapatan dan CASA.
Jakarta – Pemanfaatan artificial intelligence (AI) semakin menunjukkan dampak nyata bagi industri perbankan. Selain meningkatkan efisiensi operasional, teknologi ini juga membantu bank mempercepat akuisisi nasabah, memperkuat aktivitas transaksi, hingga mendukung pertumbuhan dana murah atau current account saving account (CASA).
EVP Enterprise IT & Data Management PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Lily Wongso mengungkapkan sejumlah implementasi AI telah memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan bisnis.
Salah satu yang paling terasa adalah penggunaan AI untuk mengidentifikasi rekening dan segmen nasabah yang berpotensi ditingkatkan aktivitasnya melalui berbagai program pemasaran yang lebih tepat sasaran.
Baca juga: Tingkatkan Kepercayaan Investor Pasar Modal, Perusahaan Didorong Adopsi Implementasi SPK
“Bagaimana pergerakan rekeningnya tersebut untuk rekening yang sifatnya amount-nya di bawah, ada action dan campaign, dan akhirnya dari situ ada peningkatan CASA sekitar Rp1,2 triliun per bulan hingga kuartal-I 2026,” ujar Lily dalam acara Cloudera EVOLVE Forum Jakarta Media Roundtable, di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.
BCA Catat Efisiensi hingga 30 Persen

BCA juga memanfaatkan AI dalam proses akuisisi nasabah, termasuk untuk mendukung pembukaan rekening secara digital.
Lily menyebut sejak 2019, mayoritas pembukaan rekening baru BCA telah dilakukan secara online dengan dukungan teknologi AI, seperti melalui optical character recognition (OCR).
“Efisiensi yang kami dapat itu rata-rata sekitar 30 persen. Tentu saja di balik penambahan nasabah juga ada peningkatan CASA di situ,” katanya.
Baca juga: Satu Kebocoran VPN Bisa Lumpuhkan Sistem, Industri Keuangan Diminta Waspada
Selain proses onboarding nasabah, AI juga digunakan untuk menganalisis media sosial, memahami interaksi nasabah dengan layanan pelanggan, hingga memberikan rekomendasi informasi produk secara lebih personal.
Menurut Lily, berbagai use case tersebut turut membantu meningkatkan pembelian produk dan keterlibatan nasabah.
BCA juga memanfaatkan AI dalam proses analisis kredit, khususnya untuk penilaian agunan atau collateral.
Sebelumnya, proses tersebut banyak dilakukan oleh pihak ketiga. Kini, dengan bantuan AI, proses penilaian menjadi lebih cepat, biaya lebih rendah, dan hasilnya lebih konsisten.
“Dengan menggunakan AI kami bisa melakukan penghematan dari sisi biaya, prosesnya lebih cepat, risk management lebih terkontrol karena ada standar yang sama, dan waktunya juga lebih singkat untuk menilai collateral,” ungkap Lily.
BNI Sebut AI jadi Pendorong Akselerasi Bisnis
Senada, SVP AI & Data Analytics Division PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, Handika Hakim menuturkan, AI menjadi salah satu enabler utama dalam mendorong pertumbuhan bisnis digital perseroan.
Berbagai fitur AI diterapkan pada platform digital, mulai dari proses know your customer (KYC), personalisasi layanan, hingga deteksi transaksi anomali.
“Kalau tujuan bisnis itu adalah kendaraan, maka AI adalah bensin dari setiap kendaraan tersebut. AI mempercepat akselerasi kami,” ujar Handika, dalam acara Cloudera EVOLVE Forum Jakarta Media Roundtable, di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.
BNI mencatat pertumbuhan pengguna platform digital BNI hampir mencapai 30 persen. Peningkatan aktivitas pengguna tersebut pada akhirnya turut mendorong pertumbuhan bisnis, termasuk dana pihak ketiga dan CASA.
“Kemudahan-kemudahan itu yang AI menjadi salah satu enabler dan akhirnya user kami meningkat sekitar 27-29 persen. Driver dari peningkatan akuisisi kami akhirnya ber-impact kepada top line kami, baik dari sisi revenue maupun peningkatan CASA,” tambahnya.
Pangkas Biaya Akuisisi Nasabah
Tidak hanya berdampak pada pertumbuhan bisnis, AI juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi biaya akuisisi nasabah. Sebagai bank yang berfokus pada transaksi, BNI melihat digitalisasi proses onboarding nasabah telah memangkas waktu verifikasi secara signifikan.
“Kalau dulu KYC dengan platform yang lama membutuhkan waktu lebih lama untuk verifikasi, sekarang itu dilakukan secara instan, cepat, dan secure,” ujarnya.
Sedangkan dari sisi biaya, pertumbuhan pengeluaran perusahaan relatif terjaga, sementara dampak bisnis yang dihasilkan setelah menggunakan AI jauh lebih besar.
“Dengan peningkatan cost yang mungkin hanya sekitar 1 persen atau bahkan kurang dari 5 persen, kami bisa me-leverage hasilnya 3 sampai 4 kali lipat,” pungkasnya. (*) Ayu Utami


