Poin Penting
- BCA mencatat laba bersih terbesar hingga Mei 2026 sebesar Rp25,68 triliun, disusul Bank Mandiri, BRI, dan BNI.
- Bank Mandiri membukukan pertumbuhan laba tertinggi di antara bank jumbo, naik 18,6 persen secara tahunan.
- Penyaluran kredit seluruh bank jumbo masih tumbuh positif, dengan BNI mencatat pertumbuhan kredit paling tinggi.
Jakarta – Empat bank Jumbo di Indonesia, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) telah merilis laporan keuangan bank only pada Mei 2026.
Berdasarkan capaian tersebut, BCA masih menjadi bank dengan laba bersih terbesar selama lima bulan pertama 2026. Posisi berikutnya ditempati Bank Mandiri, BRI, dan BNI.
BCA Masih Pimpin Perolehan Laba
BCA membukukan laba bersih secara bank only sebesar Rp25,68 triliun hingga Mei 2026. Angka ini tumbuh 2,07 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode sama tahun lalu yang senilai Rp25,16 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan bulanan yang dipublikasikan, penyaluran kredit BCA tumbuh 4,85 persen atau Rp969,09 triliun, dibandingkan Mei 2025 yang sebesar Rp924,26 triliun. Pertumbuhan ini pun masih jauh dari rata-rata kredit secara nasional yang tumbuh 9,98 persen per April 2026.
Dari capaian tersebut, pendapatan bunga bersih yang diperoleh BCA sebesar Rp32,95 triliun, angka ini menyusut tipis 0,51 persen yoy dibandingkan Mei 2025 yang senilai Rp33,12 triliun.
Baca juga: BCA Bukukan Laba Rp25,68 Triliun per Mei 2026
Dari sisi funding, BCA mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 8,09 persen menjadi Rp1.256,846 triliun pada Mei 2026 dari Rp1.155,215 triliun pada Mei 2025. Sehingga, total aset BCA mencapai Rp1.592,981 triliun pada Mei 2026, meningkat 8,57 persen dari tahun 2025 pada periode sama yang sebesar Rp1.467,183 triliun.
Bank Mandiri Catat Pertumbuhan Laba Tertinggi
Bank Mandiri membukukan laba bersih bank only sebesar Rp23,3 triliun hingga Mei 2026. Angka tersebut tumbuh sebesar 18,6 persen yoy.
Pada lima bulan pertama 2026, bank berkode emiten BMRI ini menyalurkan kredit senilai Rp1.580 triliun secara bank only, naik 20,6 persen yoy.
Baca juga: Bank Mandiri Bukukan Laba Rp23,3 Triliun di Mei 2026, Tumbuh 18,6 Persen
Selain itu, dari sisi pendanaan total DPK bank only turut tumbuh 22,0 persen yoy menjadi Rp1.716 triliun yang juga ditopang oleh dana murah (Current Account and Saving Account/CASA) dengan giro mencapai Rp664 triliun dan tabungan Rp559 triliun.
Hingga akhir Mei 2026, total aset bank only Bank Mandiri tercatat Rp2.306 triliun, tumbuh 20,0 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
BRI Pertahankan Pertumbuhan Double Digit
BRI membukukan laba bersih tahun berjalan secara bank only pada Mei 2026 sebesar Rp20,42 triliun. Angka ini meningkat sebesar 9,52 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan BRI, penyaluran kredit BRI masih tumbuh double digit. Per Mei 2026 kredit yang disalurkan oleh bank yang berfokus pada UMKM ini mencapai Rp1.417,19 triliun, naik 12,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama Rp1.262,71 triliun.
Dari sisi penghimpunan, DPK BRI terkumpul Rp1.546,44 triliun pada Mei 2026, naik 8,6 persen dibanding tahun sebelumnya pada periode sama. Jika dirinci, komposisi giro Rp484,90 triliun, tabungan Rp607,37 triliun, dan deposito Rp454,16 triliun.
Baca juga: BRI Bukukan Laba Bersih Rp20,42 Triliun per Mei 2026
Sejalan dengan kinerja tersebut, total aset BRI naik 9,49 persen yoy menjadi Rp2.073,126 triliun pada Mei 2026 dari Rp1.893,379 triliun pada Mei 2025.
BNI Cetak Lonjakan Kredit dan DPK
BNI membukukan laba bersih secara bank only sebesar Rp9,05 triliun hingga Mei 2026. Angka ini tumbuh 7,06 persen yoy dibandingkan periode sama tahun lalu yang senilai Rp8,45 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan bulanan yang dipublikasikan, penyaluran kredit BNI tumbuh 24,55 persen atau Rp940,88 triliun, dibandingkan Mei 2025 yang sebesar Rp755,44 triliun.
Pertumbuhan ini pun melampaui dari rata-rata kredit secara nasional yang tumbuh 11,51 persen per Mei 2026.
Baca juga: BNI Kantongi Laba Rp9,05 Triliun di Mei 2026, Tumbuh 7,06 Persen
Dari sisi funding, BNI mencatatkan DPK tumbuh 33,15 persen menjadi Rp1.063,919 triliun pada Mei 2026 dari Rp799,02 triliun pada Mei 2025.
Total aset BNI mencapai Rp1.365,364 triliun pada Mei 2026. Aset ini meningkat 25,10 persen dari tahun 2025 pada periode sama yang sebesar Rp1.091,452 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra


