Poin Penting
- ASSA membagikan dividen total Rp184,6 miliar atau Rp50 per saham, setara 44 persen dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp417,7 miliar.
- Kinerja ASSA tetap tumbuh pada kuartal I 2026, dengan pendapatan naik 11 persen menjadi Rp1,5 triliun, ditopang segmen logistik yang tumbuh 21 persen secara tahunan.
- ASSA terus memperkuat bisnis logistik berbasis teknologi, melalui penerapan robotic sorting, Warehouse Management System, dan Transportation Management System untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.
Jakarta – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mengesahkan pembagian dividen sebesar 44 persen dari laba bersih tahun buku 2025 atau senilai Rp184,6 miliar, setara Rp50 per saham.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu (17/6), perseroan menyetujui pembagian dividen final sebesar Rp110,7 miliar atau Rp30 per saham.
Baca juga: Laba Adi Sarana Armada (ASSA) Melesat 81 Persen di 2025, Bisnis Ini Paling Ngebut
Sebelumnya, ASSA telah membagikan dividen interim sebesar Rp73,8 miliar atau Rp20 per lembar saham pada kuartal III 2025. Dengan demikian, total dividen yang dibagikan mencapai Rp184,6 miliar atau Rp50 per saham.
ASSA membukukan laba bersih sebesar Rp417,7 miliar sepanjang 2025.
Pendapatan Kuartal I 2026 Tumbuh 11 Persen
Perseroan juga berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan pada kuartal I 2026. Pendapatan ASSA naik 11 persen secara tahunan menjadi Rp1,5 triliun.
Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh segmen logistik yang meningkat 21 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Saat ini, segmen tersebut menyumbang sekitar 45 persen terhadap total pendapatan perseroan.
“Kami optimis penguatan lini bisnis dan efisiensi yang terus dilakukan ini akan mendorong profitabilitas dan pertumbuhan kinerja Perseroan dalam jangka panjang,” ujar Direktur Utama ASSA, Prodjo Sunarjanto dalam keterangan resmi dikutip, Kamis, 18 Juni 2026.
Baca juga: Adi Sarana Armada (ASSA) Catat Laba Bersih Rp348,55 Miliar, Ini Penopangnya
Perkuat Bisnis Logistik Berbasis Teknologi
Adapun untuk memperkuat pertumbuhan, ASSA menerapkan teknologi robotic sorting pada segmen bisnis Anteraja serta Warehouse Management System (WMS) pada layanan Titipaja.
Diketahui, lini bisnis Titipaja merupakan layanan pergudangan (fulfillment) dan enabler e-commerce milik ASSA yang dirancang untuk mendukung operasional bisnis secara menyeluruh (end-to-end).
ASSA juga telah mengintegrasikan seluruh layanan logistiknya, mulai dari first mile hingga last mile. Perseroan melengkapi layanannya dengan logistik rantai dingin, logistik halal, dan logistik hijau (green logistics) guna memberikan solusi end-to-end logistics bagi pelanggan.
Baca juga: RUPST ASSA Tetapkan Pembagian Dividen 75,6 Persen dari Laba Bersih 2024
Sementara itu, penggunaan Transportation Management System (TMS) di seluruh layanan menjadi bagian dari strategi ASSA untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan yang terintegrasi.
TMS yang telah digunakan sejak lama tersebut pada kuartal I 2026 ditambahkan ke dalam kegiatan usaha baru perseroan. Langkah ini diharapkan dapat memperluas kapabilitas layanan logistik ASSA sekaligus memperkuat daya saing di tengah kebutuhan logistik yang terus berkembang. (*)
Editor: Yulian Saputra


