Poin Penting
- IHSG diperkirakan bergerak sideways cenderung melemah pada kisaran 6.100-6.350 di tengah sikap wait and see investor menjelang keputusan BI Rate dan sejumlah agenda pasar global.
- Pasar menanti hasil RDG Bank Indonesia, dengan konsensus memperkirakan BI Rate naik 25 basis poin menjadi 5,75 persen, meski pandangan ekonom masih terbelah.
- Reviu MSCI dan rebalancing FTSE menjadi sentimen utama, dengan hasil evaluasi MSCI berpotensi memengaruhi arus modal asing dan arah pergerakan IHSG.
Jakarta – Manajemen Phintraco Sekuritas memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak sideways cenderung melemah pada perdagangan Kamis, 18 Juni 2026.
“Diperkirakan IHSG bergerak sideways cenderung melemah pada kisaran 6.100-6.350,” tulis Research Team Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.
Pada perdagangan Rabu (17/6), IHSG ditutup turun 0,55 persen ke level 6.220,74 setelah sempat menguat pada sesi sebelumnya.
Baca juga: IHSG Bertahan di Zona Merah, Ditutup Melemah 0,55 Persen ke Level 6.220
Pelemahan tersebut dipicu sikap hati-hati investor menjelang sejumlah agenda penting, salah satunya Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada 18 Juni 2026.
Pasar Menanti Keputusan BI Rate
Berdasarkan konsensus, BI diperkirakan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin (Bps) menjadi 5,75 persen. Namun, pandangan ekonom masih terbelah antara mempertahankan suku bunga atau kembali menaikkannya sebesar 25 Bps.
“Hal ini disebabkan karena meredanya ketegangan geopolitik, turunnya harga minyak mentah, meredanya kecemasan akan inflasi, serta sebelumnya BI telah menaikkan BI Rate secara agresif,” imbuhnya.
Baca juga: Rupiah Mulai Stabil, BI Diperkirakan Tahan BI Rate di Level 5,50 Persen
Di sisi lain, fokus utama BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan. Pada 17 Juni 2026, rupiah ditutup melemah 0,21 persen ke level Rp17.762 per dolar AS di pasar spot.
Reviu MSCI dan FTSE jadi Perhatian
Selain keputusan BI, pasar juga menantikan sejumlah agenda penting lainnya, yakni MSCI Global Market Accessibility Review pada 19 Juni, rebalancing indeks FTSE pada 19 Juni, serta MSCI Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026.
Manajemen Phintraco Sekuritas memaparkan tiga skenario yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG.
Pertama, apabila MSCI tetap mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market (EM), tetapi masih membekukan masuknya saham baru ke indeks MSCI, dampaknya diperkirakan netral hingga cenderung positif bagi IHSG.
“Kedua, jika MSCI menurunkan status Indonesia ke Frontier Market, diperkirakan akan menjadi sentimen negatif terhadap IHSG akibat capital outflow dan kepanikan investor domestik,” ujar Manajemen.
Baca juga: IHSG Dibuka Semringah, Menguat ke Level 6.321
Sementara itu, skenario ketiga adalah MSCI mempertahankan status Indonesia di EM index sekaligus meningkatkan bobot Indonesia karena perbaikan aksesibilitas dan transparansi pasar. Kondisi tersebut diperkirakan menjadi sentimen positif yang dapat mendorong kelanjutan rebound IHSG. (*)
Editor: Yulian Saputra


