Poin Penting:
- Sebanyak 424 santri Ponpes Manba’ul Hikam Sidoarjo menjadi korban dugaan keracunan MBG.
- Sebanyak 173 korban telah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis.
- SPPG Kali Tengah dihentikan sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Jakarta – Sebanyak 424 santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam Sidoarjo menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah Jawa Timur kini memprioritaskan penanganan seluruh korban yang terdampak.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak langsung mengunjungi korban. Emil mendatangi RSUD Notopuro Sidoarjo pada Rabu (2/9) dini hari.
Ia memastikan seluruh pasien sudah mendapatkan penanganan medis. Namun, setiap pasien memperoleh penanganan berbeda sesuai kondisi kesehatannya.
“Seluruh pasien tidak ditangani secara seragam, tetapi mendapatkan penanganan khusus sesuai kondisi medis masing-masing pasien,” kata Emil dikutip Antara.
Baca juga: Bos BGN Ungkap Anggaran MBG Dihemat Jadi Rp229 T, Ekspansi 2.700 Dapur Tetap Jalan
Hingga pukul 00.30 WIB, sejumlah pasien sudah diperbolehkan pulang. Keputusan tersebut diberikan setelah kondisi mereka dinyatakan membaik tim medis.
Rumah sakit tetap bersiaga untuk mengantisipasi kebutuhan penanganan korban lainnya. Pemerintah daerah juga memperluas pemantauan ke satuan pendidikan penerima manfaat.
Keracunan MBG Meluas ke Sejumlah Lokasi
Emil mengungkapkan kejadian serupa juga muncul di beberapa lokasi pada hari yang sama. Kesamaan kasus tersebut mengarah pada sumber makanan yang sama.
“Selain pesantren, terdapat sejumlah satuan pendidikan lain yang mengalami kejadian serupa dan seluruhnya memiliki kesamaan yakni menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kali Tengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, pada Selasa (1/9),” katanya.
Pemerintah kemudian menghentikan sementara operasional SPPG Kali Tengah. Penghentian dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan evaluasi penyebab kejadian.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan keracunan MBG di Sidoarjo. Pemerintah juga memastikan seluruh penerima manfaat tetap mendapat pemantauan medis.
Baca juga: BGN Coret 80 Sekolah Swasta dari Penerima MBG, Ini Alasannya
Data Korban Keracunan MBG Terus Dipantau
Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, menyampaikan data terbaru. Hingga Rabu pukul 00.45 WIB, jumlah korban dari ponpes mencapai 424 santri.
Selain itu, terdapat 24 korban dari luar lingkungan pondok pesantren. Mereka juga diduga mengalami kejadian serupa setelah menerima makanan dari sumber yang sama.
Dari keseluruhan korban tersebut, 173 orang telah diperbolehkan pulang. Mereka dinyatakan membaik setelah menjalani penanganan medis.
Emil memastikan biaya penanganan seluruh korban menjadi tanggungan pemerintah daerah. Jaminan tersebut berlaku bagi korban yang dirawat di rumah sakit pemerintah maupun swasta.
Pemerintah juga meminta pemantauan dilakukan menyeluruh terhadap seluruh satuan pendidikan penerima manfaat. Langkah itu bertujuan menemukan korban yang mungkin mengalami gejala tetapi belum mendapat perawatan.
Penanganan kasus keracunan MBG di Sidoarjo kini berlanjut melalui pemantauan korban dan pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar evaluasi terhadap penyebab kejadian. (*)
Editor: Galih Pratama


