Poin Penting
- IHSG ditutup di level 6.667,89 atau menguat 1,09 persen pada perdagangan 3 September 2026.
- Sebanyak 402 saham menguat, sementara 213 saham melemah dan 180 saham stagnan.
- Hampir seluruh sektor saham bergerak positif, dengan sektor transportasi mencatat kenaikan tertinggi 2,45 persen.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 3 September 2026, ditutup melanjutkan penguatannya ke level 6.667,89 dari level 6.595,77 atau meningkat 1,09 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat 213 saham terkoreksi, 402 saham menguat, dan 180 saham tetap tidak berubah.
Sebanyak 40,79 miliar saham diperdagangkan dengan 2,49 juta kali frekuensi perpindahan tangan, dan total nilai transaksi Rp18,64 triliun.
Baca juga: JP Morgan Optimistis IHSG Tembus 7.000 di Akhir 2026, Ini Pendorongnya
Lalu seluruh indeks dalam negeri terpantau ikut menguat, dengan LQ45 naik 1,67 persen ke 662,77, IDX30 meningkat 1,58 persen jadi 370,98, Sri-Kehati menguat 1,92 persen ke 325,29, dan JII naik 1,56 persen menjadi 399,10.
Kemudian hampir seluruh sektor juga bergerak naik, dengan sektor transportasi menguat 2,45 persen, sektor industrial meningkat 1,89 persen, sektor non-siklikal naik 1,62 persen, sektor bahan baku menguat 1,47 persen, dan sektor properti meningkat 1,40 persen.
Selain itu, sektor energi naik 1,36 persen, sektor infrastruktur menguat 0,85 persen, sektor keuangan meningkat 0,81 persen, dan sektor siklikal naik 0,41 persen.
Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Meningkat 1 Persen Lebih ke Posisi 6.663, Ini Penopangnya
Sedangkan, sektor lainnya bergerak negatif, dengan sektor teknologi merosot 1,62 persen dan sektor kesehatan melemah 0,02 persen.
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), dan PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR).
Sedangkan saham top losers adalah PT DMS Propertindo Tbk (KOTA), PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT DMS Propertindo Tbk (KOTA), dan PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT). (*)
Editor: Yulian Saputra


