Poin Penting
- IHSG dibuka menguat 1,10 persen ke level 7.760,47 dengan nilai transaksi Rp635,41 miliar, didominasi 391 saham naik, 67 turun, dan 204 stagnan
- Secara teknikal, IHSG melanjutkan reli 5 hari beruntun (+10,7 persen), namun masih terjadi outflow asing Rp30,76 miliar serta tekanan rupiah di Rp17.135 per USD.
- Sentimen global positif dari Wall Street (Nasdaq +1,96 persen, S&P 500 +1,18 persen), meski harga minyak Brent turun 4,6 persen akibat dinamika geopolitik dan pasokan energi.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,10 persen ke level 7.760,47 dari posisi 7.675,95 pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (15/4).
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 1,06 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 80 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp635,41 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 67 saham terkoreksi, 391 saham menguat dan 204 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Berpeluang Menguat, Analis Rekomendasikan Saham BBNI, HRTA hingga TINS
Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, memproyeksi IHSG secara teknikal pada hari ini akan bergerak positif di rentang level 7.000-7.150.
“Pada perdagangan kemarin (14/4), IHSG ditutup menguat 2,34 persen atau naik 175,76 poin ke level 7.675. IHSG hari ini (15/4) diprediksi bervariasi dalam range 7.500-7.700,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 15 April 2026.
Ia melihat pergerakan IHSG hari ini bakal dipengaruhi oleh sentimen dari dalam negeri, IHSG reli dalam lima hari beruntun, jika diakumulasi dari level terendah pada 6 April 2026 IHSG menguat 10,7 persen (14/4). Apresiasi IHSG ditopang oleh saham konglomerasi menjelang rilis laporan keuangan emiten.
Meskipun IHSG positif, namun investor asing masih outflow di seluruh pasar ekuitas Rp30,76 miliar (14/4) dengan depresiasi rupiah JISDOR yang saat ini menyentuh level Rp17.135 per USD (14/4).
Baca juga: Kinerja 2025 Moncer, ASLC Umumkan Mau Buyback Saham
Sentimen Global
Adapun sentimen dari mancanegara datang dari Bursa Wall Street kembali ditutup positif, dengan indeks Nasdaq naik 1,96 persen dan S&P 500 menguat 1,18 persen (14/4). Harga minyak mentah Brent turun 4,6 persen ke USD94,8 per barel (14/4) menyusul harapan gencatan senjata.
Selain itu, Badan Energi Internasional (IEA) melaporkan pasokan minyak global merosot 10,1 juta barel per hari (bpd) menjadi 97 juta bpd pada Maret 2026, karena serangan berkelanjutan terhadap infrastruktur energi Timur Tengah dan pembatasan yang sedang berlangsung terhadap pergerakan kapal tanker melalui Selat Hormuz. (*)
Editor: Galih Pratama







