Poin Penting:
- Prabowo Subianto dan Narendra Modi menyaksikan penandatanganan serta pengumuman 16 dokumen kerja sama Indonesia-India di Istana Merdeka.
- Kerja sama mencakup sektor strategis, mulai dari ruang angkasa, pertahanan, kesehatan, pertanian, telekomunikasi, hingga pendidikan.
- Sejumlah kesepakatan melibatkan kementerian, lembaga pemerintah, dan perusahaan dari Indonesia serta India.
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menyaksikan penandatanganan serta pengumuman 16 dokumen kerja sama Indonesia-India di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7).
Kesepakatan tersebut mencakup kolaborasi antarlembaga pemerintah dan antarperusahaan di berbagai sektor strategis.
Penandatanganan dokumen menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Modi ke Indonesia. Agenda itu dihadiri delegasi dari kedua negara.
Prosesi diawali dengan penyerahan dokumen perpanjangan kerja sama antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Indian Space Research Organisation (ISRO).
Dokumen itu mengatur eksplorasi dan pemanfaatan ruang angkasa untuk tujuan damai.
Baca juga: Indonesia-India Perkuat Kerja Sama Pendidikan, IIM Bangalore Masuk KEK Singhasari
Modi Awali Kerja Sama Lewat Perpanjangan Kesepakatan Antariksa
Dokumen perpanjangan kerja sama BRIN dan ISRO ditunjukkan Kepala BRIN Arif Satria bersama Foreign Secretary India Vikram Misri di Ruang Kredensial Istana Merdeka.
Setelah itu, kedua negara mengumumkan 15 dokumen kerja sama lainnya.
Kesepakatan yang diumumkan mencakup bidang keamanan maritim, penanggulangan bencana, mineral, kesehatan, konservasi cagar budaya, telekomunikasi, farmasi, pertanian, hingga riset dan inovasi.
Kerja sama tersebut memperluas cakupan hubungan bilateral Indonesia dan India.
Daftar 16 Dokumen Kerja Sama RI-India
Sebanyak 16 dokumen yang diumumkan terdiri atas:
1. Perpanjangan kerangka perjanjian antara BRIN dan ISRO tentang kerja sama eksplorasi dan pemanfaatan ruang angkasa untuk tujuan damai.
2. Perpanjangan protokol nota kesepahaman tentang keamanan maritim dan kerja sama keamanan.
3. Nota kesepahaman kerja sama bidang manajemen penanggulangan bencana.
4. Nota kesepahaman kerja sama bidang mineral dan teknologi untuk rantai pasok baja.
5. Perjanjian kerangka teknis kolaborasi tenaga kesehatan.
6. Surat Pernyataan Niat (Letter of Intent/LoI) untuk konservasi Kompleks Candi Prambanan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
7. Nota kesepahaman kerja sama bidang telekomunikasi, teknologi, dan layanan terkait.
8. Nota kesepahaman kerja sama bidang produk obat-obatan dan regulasinya.
9. Nota kesepahaman kerja sama bidang pertanian.
10. Nota kesepahaman kerja sama bidang manajemen dan teknologi pemilihan umum.
11. Nota kesepahaman kerja sama bidang riset, teknologi, dan inovasi.
12. Kontrak pengadaan sistem pertahanan rudal BrahMos antara BrahMos Aerospace dan Kementerian Pertahanan RI.
13. Perjanjian pengadaan rudal udara ke udara (air-to-air missile/AAM) antara Bharat Dynamics Limited (BDL) dan Republikorp.
14. Nota kesepahaman antara Nonferrous Materials Technology Development Centre (NFTDC), Midwest Advanced Materials Pvt Ltd (MAM), dan PT Perusahaan Mineral Nasional.
15. Pembentukan usaha patungan strategis (strategic joint venture) antara Steel Authority of India Limited (SAIL) dan PT Krakatau Steel.
16. Nota kesepahaman antara Indian Institute of Management Bangalore (IIMB) dan PT Intelegensia Grahatama.
Baca juga: OJK Blokir 36.191 Rekening Bank Terindikasi Judi Online
Melalui 16 dokumen tersebut, Modi dan Presiden Prabowo menegaskan komitmen memperkuat hubungan bilateral Indonesia-India.
Kolaborasi itu mencakup sektor strategis yang dinilai penting bagi pengembangan ekonomi, teknologi, pertahanan, dan sumber daya manusia kedua negara. (*)
Editor: Galih Pratama


