Arus Peti Kemas di Tanjung Perak Capai 1,5 Juta TEUs

Arus Peti Kemas di Tanjung Perak Capai 1,5 Juta TEUs

Perlambatan ekonomi tak berpengaruh signifikan terhadap arus peti kemas di Pelabuhan. Jenis barang general cargo dan curah kering jumlahnya meningkat. Apriyani Kurniasih.

Surabaya--Meski terjadi kelesuan perekonomian baik di Indonesia dan maupun dunia, namun arus barang, khususnya peti kemas yang melalui di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, hingga paruh pertama 2015 ini nampaknya masih relatif stabil. Salah satunya terlihat dari realisasi arus peti kemas yang keluar masuk melalui beberapa terminal di Pelabuhan Tanjung Perak tersebut. Terminal tersebut ialah Terminal Petikemas Surabaya, Terminal Berlian, terminal konvensional (Jamrud, Nilam, dan Mirah), serta Terminal Teluk Lamong.

Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III, Edi Priyanto mengatakan berdasarkan data semester 1 2015, arus peti kemas tercatat sebanyak 1.268.158 boks atau setara dengan 1.512.433 TEUs. Angka ini relatif stabil jika dibandingkan dengan realisasi paruh pertama 2014 yang
Selain peti kemas, arus barang jenis general cargo dan curah kering menunjukkan tren peningkatan. Hingga semester I 2015 angkanya tercatat mencapai 6.698.870 ton atau meningkat 1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan dalam satuan meter kubik, tercatat 591.693 meter kubik atau meningkat 9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Jumlah kapal yang masuk di Pelabuhan Tanjung Perak sepanjang Januari hingga Juni 2015 tercatat sebanyak 6.645 unit dengan berat mencapai 37.428.727 GT. Dari data tersebut apabila dibandingkan dengan realisasi semester I 2014 terjadi penurunan sebesar 2% dalam jumlah unit kapal, dimana pada tahun lalu telah tercatat tercatat 6.795 unit, namun terjadi peningkatan dalam satuan berat kapal sebesar 3% dibandingkan tahun lalu tercatat 36.437.432 GT.
“Peningkatan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Timur dan Kawasan Indonesia Timur yang diprediksi mulai terlihat pada semester II 2015, maka arus barang ke wilayah tersebut akan terus mengalami pertumbuhan yang cukup baik,” ujar Edi.

Peningkatan arus peti kemas dari tahun ke tahun juga dipicu oleh kian diminatinya sarana pengiriman barang dengan peti kemas oleh kalangan pelaku usaha. Hal tersebut terbukti dari meningkatnya arus peti kemas di seluruh pelabuhan yang ada di Indonesia. Menurut Edi, salah satu keuntungannya, selain lebih terlindung dari cuaca, peti kemas juga dirasa lebih efisien dan resiko barang rusak lebih kecil.

Edi menambahkan, bahwa Pelabuhan Tanjung Perak sendiri selain sebagai gerbang utama arus barang tidak hanya skala internasional, tetapi juga menjadi arus domestik bagi Jawa Timur dan terhadap daerah lain di Kawasan Timur Indonesia. “Karenanya Pelabuhan Tanjung Perak memiliki peran yang sangat penting sebagai pintu masuk pada perdagangan bagi Jawa Timur dan Kawasan Timur Indonesia,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.