Poin Penting
- PT Mega Perintis Tbk (ZONE) membukukan laba bersih Rp27,25 miliar pada kuartal I 2026, naik 29,5 persen yoy
- Penjualan ZONE melonjak 47,7 persen dan mendorong laba bersih tumbuh menjadi Rp27,25 miliar.
- Didukung kinerja positif, ZONE siap membagikan dividen Rp10,4 miliar tahun ini.
Jakarta – PT Mega Perintis Tbk (ZONE) melanjutkan tren kinerja positif pada kuartal I 2026. Emiten ritel fesyen ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp27,25 miliar, tumbuh 29,51 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp21,03 miliar.
Peningkatan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan penjualan perseroan yang melonjak 47,66 persen yoy menjadi Rp398,78 miliar pada kuartal I-2026.
Kinerja positif ini melanjutkan capaian sepanjang 2025, ketika ZONE membukukan laba bersih Rp13,92 miliar atau tumbuh 97,52 persen yoy.
Pada periode tersebut, penjualan konsolidasian naik 2,57 persen menjadi Rp726,56 miliar, sementara beban pokok penjualan hanya meningkat 1,50 persen menjadi Rp352,60 miliar.
Baca juga: Ditopang Bisnis Petrokimia, Penjualan SCG Indonesia Tumbuh 16 Persen di Kuartal I 2026
Selain itu, ZONE juga mencatatkan rasio keuangan yang tetap terjaga. Return on Asset (ROA) tercatat 1,8 persen, Return on Equity (ROE) sebesar 3,6 persen, current ratio 1,65 kali, net profit margin 1,9 persen, serta Debt to Equity Ratio (DER) di level 0,98 kali.
Direktur Mega Perintis, Luki Rusli, mengatakan pertumbuhan kinerja pada awal tahun ini didukung oleh meningkatnya permintaan selama periode libur dan Hari Raya Idulfitri.
“Dan kami pun juga telah melakukan persiapan yang lebih matang untuk Lebaran tahun 2026, sehingga secara supply chain persediaan kami bisa lebih baik sehingga mampu untuk memenuhi kebutuhan pasar secara optimal,” ungkapnya dalam Public Expose perseroan, Rabu (3/6/2026).
Tebar Dividen Rp10,4 Miliar
Seiring membaiknya kinerja keuangan, perseroan juga memutuskan kembali membagikan dividen kepada pemegang saham pada tahun ini. Keputusan tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya ketika ZONE tidak membagikan dividen karena tekanan terhadap laba bersih.
“Kami telah mendapatkan persetujuan untuk membagikan dividen yaitu sebesar Rp12 per lembar saham atau sejumlah Rp10,4 miliar dari total lembar saham yang ada di masyarakat, yaitu dari 870.171.478 lembar saham,” kata Luki.
Baca juga: OJK: Prospek Bisnis Ritel Perbankan Masih Menarik di Tengah Tren Divestasi
Selain dividen, ZONE juga mengalokasikan Rp100 juta sebagai dana cadangan, sementara sisa laba akan dibukukan sebagai saldo laba ditahan.
“Kemudian sebesar Rp100 juta kami alokasikan dan kami bukukan sebagai pencadangan. Sedangkan sisanya akan dibukukan sebagai saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya,” tutupnya. (*)


