Poin Penting
- Pendapatan jasa asuransi YOII naik 122,91 persen (yoy) menjadi Rp730,70 miliar, mendorong hasil jasa asuransi melonjak 289,87 persen (yoy) ke Rp458,72 miliar di 2025.
- Meski laba kotor naik 18,96 persen (yoy) menjadi Rp20,14 miliar, kenaikan beban pajak menekan laba bersih turun 27,08 persen menjadi Rp13,89 miliar.
- Total aset YOII meningkat 38,43 persen menjadi Rp347,25 miliar, dengan strategi 2026 tetap fokus pada pengembangan produk asuransi digital berbasis gaya hidup dan kolaborasi mitra.
Jakarta – PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) berhasil mencatatkan kinerja positif di 2025. Dengan mengimplementasikan PSAK 117, YOII menutup kinerja 2025 dengan pendapatan jasa asuransi Rp730,70 miliar atau melesat 122,91 persen secara tahunan (yoy) dari tahun sebelumnya.
Capaian tersebut mendorong hasil jasa asuransi perseroan yang terbang 289,87 persen (yoy) menjadi Rp458,72 miliar. Sejurus dengan itu, laba kotor YOII ikut terdongkrak 18,96 persen yoy menjadi Rp20,14 miliar.
Meski demikian, perusahaan mengalami peningkatan beban pajak menjadi Rp6,25 miliar di 2025. Beban operasional tersebut menggerus laba bersih perseroan hingga 27,08 persen menjadi Rp13,89 miliar sepanjang 2025.
Baca juga: Selat Hormuz Bergejolak, Asei Beberkan Dampak ke Asuransi Perdagangan
Adapun total aset Asuransi Digital Bersama pada 2025 tercatat mencapai Rp347,25 miliar, tumbuh 38,43 persen dibandingkan periode yang sama di 2024.
Adi Wibowo Adisaputra, Direktur Utama Asuransi Digital Bersama, bersyukur perseroan mampu berkembang dan mencatatkan kinerja positif di tengah beragam tantangan industri asuransi pada 2025.
“Kalau melihat kondisi industri asuransi umum secara general di Indonesia di tahun 2025 kemarin, pertumbuhannya relatif kecil. Dan kalau melihat kinerja ADB sendiri, kami bersyukur bahwa kami bisa berkembang, melebihi dari benchmark yang ada di industri,” ujarnya dalam Public Expose Asuransi Digital Bersama pada Rabu, 15 April 2026.
Adi optimis perusahaan akan melanjutkan kinerja positif di 2026. Melihat dinamika di tahun sebelumnya, YOII menegaskan akan fokus menciptakan produk asuransi umum berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, seperti asuransi yang berkaitan dengan gaya hidup masyarakat yang dinilai memiliki potensi besar untuk digarap.
“Untuk itu memang kami akan melanjutkan fokus perusahaan untuk terus mengembangkan produk-produk yang sama atau tipe produk yang sama secara digital,” papar Adi.
Di kesempatan yang sama, Randy Tandra, Direktur Keuangan Asuransi Digital Bersama, menambahkan produk-produk asuransi yang eksisting saat ini telah membawa efek positif terhadap pertumbuhan bisnis. Produk tersebut di antaranya asuransi mikro, perjalanan, dan kendaraan bermotor.
Baca juga: Fenomena Shifting Asuransi, Generasi Muda Dorong Lonjakan Produk Tradisional
“Produk-produk yang bertujuan memenuhi gaya hidup itu lumayan membuahkan hasil. Dan dengan pembelajaran itu, kami harapkan untuk teruskan kembali di tahun-tahun berikutnya,” kata Randy.
Dalam implementasinya, Asuransi Digital Bintang sudah bekerja sama dengan mitra-mitra untuk memperkuat kolaborasi dan kanal-kanal asuransi. Ini diharapkan bisa mendongkrak kinerja perseroan sepanjang 2026. (*) Mohammad Adrianto Sukarso







