Poin Penting
- Utang luar negeri (ULN) perbankan nasional pada Mei 2026 mencapai USD32,72 miliar, meningkat dari USD32,04 miliar pada April 2026
- Bank swasta nasional mencatat ULN terbesar USD21,67 miliar, diikuti bank BUMN USD5,62 miliar.
- ULN swasta masih terkontraksi tipis 0,1 persen yoy menjadi USD195,9 miliar, dengan industri pengolahan dan jasa keuangan sebagai penyumbang terbesar.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) perbankan nasional pada Mei 2026 mencapai USD32,72 miliar, meningkat dibandingkan posisi April 2026 sebesar USD32,04 miliar.
Berdasarkan data Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) edisi Juli 2026, kenaikan ULN terjadi di seluruh kelompok bank berdasarkan kepemilikan.
ULN terbesar masih berasal dari bank swasta nasional yang mencapai USD21,67 miliar, naik dari USD21,46 miliar pada April 2026.
Sementara itu, bank BUMN mencatat ULN sebesar USD5,62 miliar, meningkat dari USD5,41 miliar pada bulan sebelumnya.
Bank swasta campuran juga mencatat kenaikan ULN menjadi USD4,95 miliar dari USD4,71 miliar. Adapun bank swasta asing memiliki ULN sebesar USD471 juta, lebih tinggi dibandingkan USD456 juta pada April 2026.
Baca juga: Purbaya Anggap Aman Utang RI meski Tembus Rp8.000 Triliun, Ini Penjelasannya
Kontraksi ULN Swasta Makin Terbatas
Secara keseluruhan, posisi ULN swasta pada Mei 2026 tercatat sebesar USD195,9 miliar atau mengalami kontraksi 0,1 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini menunjukkan perbaikan dibandingkan kontraksi 0,5 persen pada April 2026.
Perkembangan tersebut terutama didorong oleh ULN kelompok peminjam lembaga keuangan (financial corporations) yang mencatat kontraksi 0,8 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan kontraksi 5,0 persen (yoy) pada April 2026.
Baca juga: Utang Luar Negeri RI Naik Jadi 444,4 Miliar Dolar AS pada Mei 2026, Ini Penjelasan BI
Industri Pengolahan dan Jasa Keuangan Mendominasi
Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian. Keempat sektor tersebut memiliki pangsa 79,9 persen terhadap total ULN swasta.
Selain itu, struktur ULN swasta masih didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 74,9 persen dari total ULN swasta. (*)
Editor: Galih Pratama


