Poin Penting
- IHSG dibuka naik 0,06 persen ke level 6.111,96, namun segera berbalik melemah ke posisi 6.101,77 pada awal perdagangan
- Sebanyak 432,71 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp265,50 miliar; 216 saham menguat, 140 melemah, dan 278 stagnan.
- CGS International memproyeksikan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dengan dukungan aksi beli asing dan penguatan komoditas.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis, 17 Juli 2026, dengan penguatan tipis. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka naik 0,06 persen ke level 6.111,96 dari posisi penutupan sebelumnya di 6.108,20.
Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama. Sesaat setelah pembukaan, IHSG berbalik melemah dan turun ke posisi 6.101,77.
Berdasarkan data RTI Business, volume perdagangan pada awal sesi mencapai 432,71 juta saham dengan frekuensi transaksi sekitar 60 ribu kali dan nilai transaksi sebesar Rp265,50 miliar.
Dari sisi pergerakan saham, tercatat 140 saham terkoreksi, 216 saham menguat, dan 278 saham bergerak stagnan.
Baca juga: IHSG Berpotensi Menguat, Analis Rekomendasikan 4 Saham Ini
Proyeksi IHSG Hari Ini
Sebelumnya, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan secara teknikal.
“IHSG untuk hari ini diperkirakan bergerak melanjutkan penguatannya dengan support 5.949-6.024 dan resistance 6.180-6.254,” ujar analis CGS dalam risetnya di Jakarta, 17 Juli 2026.
Menurut CGS, aksi beli bersih (net buy) investor asing serta penguatan sejumlah harga komoditas global dinilai dapat menjadi sentimen positif bagi IHSG.
Sementara pelemahan mayoritas indeks di Wall Street berpotensi menjadi katalis negatif bagi pergerakan pasar domestik.
Baca juga: Saham Masuk Kategori HSC Bertambah, Apa Dampaknya bagi Investor?
Rekomendasi Saham
CGS International Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati pada perdagangan hari ini, yaitu:
- PT TIMAH (Persero) Tbk (TINS_
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
- PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)
Saham-saham tersebut dinilai memiliki peluang menarik di tengah pergerakan pasar yang masih dipengaruhi sentimen global dan aliran dana asing. (*)
Editor: Galih Pratama


