Poin Penting
- Rupiah dibuka menguat tipis ke Rp17.980 per dolar AS pada Jumat (17/7/2026).
- Dolar AS rebound didorong pernyataan hawkish pejabat The Fed dan sentimen global.
- S&P mempertahankan rating Indonesia, sehingga pelemahan rupiah diperkirakan terbatas di kisaran Rp17.900–Rp18.000 per dolar AS.
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini, Jumat (17/7/2026). Rupiah dibuka pada level Rp17.980 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat tipis 0,03 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp17.986 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah diperkirakan bergerak melemah terhadap dolar AS yang mengalami penguatan kembali (rebound) setelah pernyataan hawkish dari sejumlah pejabat Federal Reserve (the Fed).
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang rebound oleh pernyataan hawkish pejabat-pejabat the Fed semalam,” kata Lukman, Jumat, 17 Juli 2026.
Baca juga: Alarm Dunia Usaha Menyala, Pelemahan Rupiah dan Regulasi Jadi Biang Kerok
Selain itu, kata Lukman, meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah hingga sentiment risk-off di pasar ekuitas yang tercermin dari aksi jual pada saham-saham teknologi mendukung penguatan dolar AS.
Sentimen S&P
Dari sisi domestik, sentimen pasar masih cukup positif setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia dengan outlook stabil yang dapat membatasi pelemahan rupiah
“Sentimen domestik sendiri masih cukup positif pasca penetapan rating kredit oleh S&P yang masih mendukung rupiah sehingga akan membatasi perlemahan,” imbuhnya.
Baca juga: Ekonom: B50 Bisa Perkuat Rupiah dan Neraca Dagang Tanpa Bebani APBN
Dengan kondisi tersebut, Lukman memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS.
“Rupiah diperkirakan akan berada di range Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS hari ini,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama


