Poin Penting
- Upbit Indonesia memperluas edukasi aset digital ke masyarakat di luar komunitas kripto melalui pendekatan berbasis komunitas
- Literasi menjadi prioritas sebelum transaksi, termasuk pemahaman peluang, risiko, dan ekosistem aset digital
- Edukasi anti-scam diperkuat agar masyarakat lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan di industri aset digital.
Jakarta – Literasi menjadi salah satu pekerjaan rumah besar dalam pengembangan industri aset digital di Indonesia.
Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap aset kripto, pemahaman mengenai risiko, keamanan, hingga ancaman penipuan masih perlu terus diperkuat.
Upbit Indonesia pun mendorong pendekatan edukasi yang lebih luas dengan menyasar masyarakat di luar komunitas aset digital.
Salah satunya melalui kolaborasi dengan Persija yang diharapkan dapat membuka akses edukasi kepada basis komunitas yang lebih beragam.
CEO Upbit Indonesia, Resna Raniadi, mengatakan, perluasan edukasi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem aset digital yang sehat dan bertanggung jawab.
Menurutnya, perkembangan industri aset digital tidak hanya membutuhkan peran exchange, regulator, dan pelaku industri, tetapi juga dukungan komunitas yang memiliki kedekatan dengan masyarakat.
“Bagi kami, Persija bukan hanya klub sepak bola. Persija adalah identitas, kebanggaan, dan semangat jutaan masyarakat Jakarta dan Indonesia yang telah teruji lintas generasi. Kami mencari mitra yang benar-benar merepresentasikan semangat perjuangan, konsistensi, dan loyalitas. Kami percaya bahwa masa depan aset digital tidak dapat dibangun hanya oleh exchange, regulator, ataupun pelaku industri. Komunitas yang kuat juga akan menjadi bagian mitra,” ujar Resna dikutip 2 September 2026.
Baca juga: Integrasi Bank dan Pedagang Kripto Jadi Strategi Perluas Konsumen
Bukan Sekadar Mendorong Transaksi
Resna menegaskan, fokus utama perluasan jangkauan tersebut bukan semata-mata untuk mendorong masyarakat melakukan transaksi aset digital. Yang lebih penting, kata dia, adalah membangun pemahaman sebelum seseorang memutuskan untuk masuk dan berinteraksi dengan ekosistem tersebut.
“Fokus utama kami bukan semata-mata mendorong lebih banyak orang untuk bertransaksi. Bagi kami, yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat memahami aset digital terlebih dahulu, termasuk peluang dan risikonya,” lanjut Resna.
Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat perkembangan aset digital yang semakin cepat juga diikuti dengan munculnya berbagai risiko. Salah satunya adalah penipuan atau scam yang kerap memanfaatkan minimnya pemahaman masyarakat.
Sementara, Head of Operations Upbit Indonesia, Irvan Tisnabudi, mengatakan edukasi mengenai keamanan harus menjadi fondasi sebelum masyarakat berbicara lebih jauh mengenai aktivitas perdagangan aset digital.
“Kita tidak harus langsung berbicara mengenai trading. Hal pertama yang perlu disampaikan adalah bagaimana masyarakat dapat mengenali dan menghindari scam. Setelah memiliki pemahaman yang baik, edukasi dapat berkembang ke berbagai topik lainnya sesuai dengan kebutuhan komunitas,” ujar Irvan.
Ke depan, program edukasi yang dikembangkan Upbit Indonesia akan diarahkan pada pengenalan dasar ekosistem aset digital, termasuk pemahaman mengenai risiko dan peningkatan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan.
Baca juga: CFX Dorong Industri Kripto Makin Transparan dan Berdaya Saing
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas literasi aset digital agar tidak hanya menjangkau masyarakat yang telah aktif di industri kripto.
Dengan pendekatan berbasis komunitas, edukasi diharapkan dapat disampaikan secara lebih dekat dan relevan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekosistem aset digital yang lebih inklusif dan bertanggung jawab.
Kolaborasi Upbit Indonesia dengan Persija sendiri resmi ditandai melalui penandatanganan perjanjian sponsorship untuk musim Super League 2026/2027 di Persija Galeri, Jakarta, Kamis (27/8/2026). (*)


