Poin Penting
- Laba bersih BFI Finance naik 8,7 persen menjadi Rp828,9 miliar pada semester I 2026.
- Pembiayaan baru mencapai Rp10,7 triliun, didominasi pembiayaan kendaraan roda empat dengan NPF bruto tetap rendah di level 1,55 persen.
- BFI Finance membagikan dividen Rp1,036 triliun dan memperkuat tata kelola melalui penyegaran jajaran komisaris serta direksi.
Tangerang Selatan – PT BFI Finance Indonesia Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp828,9 miliar pada semester I 2026 atau tumbuh 8,7 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, perseroan menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp10,7 triliun. Penyaluran tersebut didominasi pembiayaan kendaraan roda empat, baik untuk refinancing maupun pembiayaan mobil bekas (used car).
Kinerja tersebut ditopang kualitas aset yang tetap terjaga. Rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) bruto tercatat sebesar 1,55 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata industri yang berada di kisaran 3 persen.
Baca juga: Taipan Jerry Ng Disebut Pertimbangkan Merger BFI Finance-Bank Jago, Nilai Gabungan Rp25 T
Presiden Direktur BFI Finance Sutadi mengungkapkan, perseroan tetap selektif dalam menyalurkan pembiayaan di tengah dinamika industri multifinance. Strategi tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas portofolio.
“BFI Finance berfokus pada strategi ketahanan bisnis jangka panjang sembari adaptif terhadap berbagai tantangan perubahan pasar serta melakukan langkah antisipatif dalam mengelola risiko,” kata Sutadi dalam keterangan resmi, Jumat 24 Juli 2026.
Selain itu, perseroan mempertahankan rasio pencadangan yang memadai dengan coverage ratio terhadap NPF bruto sebesar 2,63 kali.
Sementara itu, gearing ratio berada di level 1,2 kali, jauh di bawah batas maksimum regulator sebesar 10 kali. Kondisi tersebut menunjukkan BFI Finance masih memiliki ruang yang besar untuk meningkatkan leverage guna mendukung ekspansi bisnis.
Pendapatan dan Aset Terus Bertumbuh
Dari sisi pendapatan, BFI Finance mencatat kenaikan 3,7 persen menjadi Rp3,4 triliun pada semester I 2026.
Kinerja tersebut turut menopang profitabilitas perseroan dengan return on assets (RoA) sebesar 8,1 persen dan return on equity (RoE) sebesar 15,1 persen.
Baca juga: Pembiayaan Baru Naik 9,3 Persen Menjadi Rp21,9 T, BFI Finance Raih Laba Rp1,58 T di 2025
Hingga akhir Juni 2026, total aset BFI Finance mencapai Rp25,1 triliun. Sementara itu, piutang pembiayaan yang dikelola (managed receivables) meningkat 3,6 persen menjadi Rp26,5 triliun.
Perkuat Tata Kelola dan Bagikan Dividen
Di luar kinerja keuangan, pada semester I 2026, perseroan juga memperkuat tata kelola perusahaan melalui penyegaran struktur kepengurusan.
Perseroan mengangkat Djemi Suhenda dan Abdul Haris Muhammad Rum sebagai Komisaris Independen, serta menunjuk Amitoaj Singh sebagai Direktur Manajemen Risiko.
Baca juga: BFI Finance Ubah Jajaran Pengurus dan Tebar Dividen Rp1,04 Triliun
Adapun pada kuartal II 2026, BFI Finance juga sudah membagikan dividen tunai sebesar Rp1,036 triliun kepada pemegang saham. Angka itu setara 65,5 persen dari total laba bersih tahun buku 2025. (*) Ari Astriawan


